SOLO, MettaNEWS – Hari Kartini selayaknya dirayakan oleh semua rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Hal inilah yang dirasakan oleh para ibu-ibu buruh gendong di Pasar Legi Solo.
Mereka ikut serta memperingati hari kelahiran pahlawan nasional emansipasi perempuan dan pendidikan, R.A KartiniĀ yang jatuh pada hari ini, Selasa (21/4/2026).
Waktu menunjukkan pukul 10.00 WIB, puluhan ibu-ibu buruh gendong duduk rapi di depan tangga pintu masuk Pasar Legi. Sebuah jarik (kain panjang untuk menggendong barang-red) digantungkan di atas bahu masing-masing.
Ada senyum sumringah di wajah mereka yang tengah memperhatikanĀ pembukaan acara yang dimulai dengan pengenalan Mercure Solo Hotel, inisiator peringatan Hari Kartini di Pasar Legi hari ini.
Acara kemudian menjadi lebih hangat ketika para karyawati Mercure Solo berpakaian kebaya kompak memijit para ibu-ibu buruh gendong.
Ada tawa di antara mereka saat tangan-tangan para karyawati mulai memberikan pijatan relaksasi ke bahu buruh gendong yang tampak tegang karena terlalu banyak membawa barang.
Usai pijat relaksasi, mereka lalu diberi bingkisan sembako yang ditempatkan dalam tas putih bertuliskan Mercure Solo.
Tentrem, salah satu buruh gendong yang telah bekerja selama 40 tahun di Pasar Legi merasa senang dengan adanya peringatan Hari Kartini di Pasar Legi.
Ia yang biasa membawa barang hingga 1 kuintal setiap harinya, merasa senang berkesempatan merasakan relaksasi dipijit oleh karyawati Mercure Solo.
“Pijitannya enak kerasa. Saya pernah bawa 1/2 kuintal, gendong pernah 1 kuintal pas masih muda. Penghasilan Rp40-60.000 pernah zonk juga,” terangnya.
Indarti, buruh gendong lainnya juga merasa senang mendapatkan sembako di Hari Kartini.
“Senang dapat sembako. Saya pernah bawa 1 kuintal dulu 1/2 kuintal, sekarang bawanya 4-5, bayarannya Rp1.000 – 5.000,” terangnya.
General Manager (GM) Mercure Solo, Dodit Nindyo Hapsoro menjelaskan acara ini merupakan bagian dari kegiatan aksi sosial Corporate Social Responsibility (CSR).
Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi Mercure Solo terhadap profesi yang memiliki peran penting dalam aktivitas ekanomi pasar tradisional, khususnya buruh gendong yang setiap harinya bekerja keras dalam mendukung kelancaran distribusi barang di Pasar Legi.
“Ibu-ibu ini adalah pelanjut perjuangan ibu Kartini, mereka adalah Kartini pasar sekarang yang peran sertanya sangat dibutuhkan dalam perputaran roda ekonomi Kota Solo dan khususnya Pasar Legi,” ujarnya.
Dodit menyebut peran serta buruh gendong cukup vital bagi perputaran ekonomi di Pasar Legi. Tanpa buruh gendong menurutnya perputaran ekonomi tidak bisa semaju seperti saat ini.
“Buruh gendong dipilih karena buruh gendong adalah salah satu pejuang yang sangat hebat. Kalau kita lihat usianya sangat sepuh-sepuh (sudah lanjut usia-red) tapi semangat juangnya sangat kita tiru untuk generasi muda,” ujarnya.

Sikap pantang menyerah para ibu-ibu buruh gendong yang sudah tak lagi muda tersebut menjadi suntikan semangat perjuangan bagi perempuan masa kini.
“Mereka tidak mudah menyerah menghadapi kondisi ekonomi yang sangat tidak mudah tapi beliau-beliau berjuang tidak menyerah dan sangat layak menjadi aspirasi bagi kami adik putra penerus kemajuan bangsa Republik Indonesia,” terangnya.
Mercure Solo menyalurkan paket sembako berupa beras, gula, mi instan, tepung terigu, dan minyak goreng kepada 40 buruh gendong yang tergabung dalam Paguyuban Buruh Gendong Pasar Legi.
Pemberian ini diharapkan dapat
memberikan manfaat dan dukungan bagi para penerima. Selain kegiatan tersebut.
“Aksi ini bukan sekadar simbolik, melainkan merupakan wujud empati yang tulus dan penghormatan atas kerja keras para buruh gendang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di Pasar Legi,” kata Dodit.
Kegiatan ini juga menjadi refleksi semangat Kartini dalam memperjuangkan nilai kepedulian, kesetaraan, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi pekerja sektor informial yang memilik kontibusi besar dalam kehidupan ekonomi sehari-hari.
“Kegiatan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial secara berkelanjutan,” tukasnya.
Mercure Solo berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi komunitas lokal.








