SOLO, MettaNEWS – Memperingati Hari Kartini, SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo menggelar serangkaian kegiatan edukatif dan kreatif pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan tersebut memadukan nilai sejarah nasional dengan pengembangan kreativitas murid melalui upacara bendera dan pembuatan wayang tokoh Kartini.
Mengusung tema “Meneladan Semangat Kartini dengan Gemar Membaca dan Berpikir Cerdas”, kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini kepada murid sejak usia dini.
Acara diawali dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat di hall utama gedung selatan sekolah. Petugas upacara berasal dari murid kelas III A, sementara peserta terdiri atas murid kelas III, IV, dan V, guru, serta tenaga kependidikan. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti jalannya upacara dengan mengenakan pakaian adat Nusantara sebagai bentuk penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.
Pembina upacara, Retno Indriyanti, dalam amanatnya menekankan pentingnya meneladani semangat Kartini di era modern. Ia menyampaikan bahwa tantangan saat ini bukan lagi soal kesetaraan hak, melainkan melawan rasa malas dalam belajar dan beribadah.
“Saat ini perjuangan kita bukan lagi tentang penyetaraan hak, tetapi melawan kemalasan dalam diri sendiri. Lawan kemalasan beribadah dan kemalasan belajar, karena pendidikan adalah kunci yang membuat kita setara,” jelasnya.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kreatif membuat wayang Kartini. Kegiatan ini menjadi sarana interaktif bagi murid untuk mengenal lebih dekat sosok pahlawan perempuan Indonesia. Setiap murid diberikan bahan berupa sedotan sebagai penyangga dan media kertas bergambar tokoh perempuan berkebaya dengan motif batik tradisional.
Para murid tampak bersemangat menghias wayang dengan berbagai motif sesuai imajinasi mereka. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendampingi proses kreatif tersebut. Beberapa murid bahkan menambahkan kutipan terkenal “Habis Gelap Terbitlah Terang” pada karya mereka sebagai bentuk penghormatan terhadap pemikiran Kartini.
Salah satu murid kelas II, Adelinafeeza Kaneisay Almahira Kusuma, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Aku senang membuat wayang Kartini. Bisa mewarnai, menggunting, dan jadi tahu Ibu Kartini itu pahlawan hebat,” ungkapnya.
Hasil karya murid kemudian dipajang di papan majalah dinding kelas masing-masing. Pihak sekolah berharap karya tersebut dapat menjadi pengingat bahwa semangat Kartini tetap hidup dan tumbuh di lingkungan pendidikan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, murid diharapkan mampu memahami bahwa perjuangan Kartini terus berlanjut dalam bentuk semangat belajar, berprestasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.







