SOLO, MettaNEWS – Puncak perayaan Hari Batik Nasional, Solo Batik Fashion ke-15 akan segera digelar pada Sabtu 14 Oktober 2023 pukul 19.00 WIB di Koridor Gatot Subroto (Gatsu) Solo.
Mengusung tema “Plus Size Urban Style”, tema ini dirasa sangat mewakili Kota Solo yang begitu dinamis. Event ini pun menjadi pionir pertama sebagai perhelatan besar di industri fashion show Kota Solo.
Konsep pagelaran fashion show tahun ini juga berbeda yakni menggabungkan seni fashion musik dan tari. Program Director Solo Batik Fashion, Heru Mataya menyebut pada acara puncak Solo Batik Fashion pengunjung akan disajikan pagelaran utuh yang sangat berbeda.
Yakni pagelaran selama 2 jam yang diisi tari
dari Omah Mili, Ariani Ballet, USDS Dance dan kolaborasi musik Gong Sastra dari SMK Soko Kemlaka “Sound of Archipelago” yang akan diiringi musik by DJ DIKA dari Solo.
Heru menyebut persiapan menuju puncak acara telah mencapai 90 persen. Gladi kotor dan gladi bersih juga akan digelar pada Kamis (12/10/2023) dan Jumat (13/10/2023).
“Kita sudah merancang semuanya 14 Oktober malam kita akan menampilkan 150-an model dengan 56 designer tampil di Solo Batik Fashion dengan tema plus size urban style,” ujar Heru.
Opening ceremony akan melibatkan Karya Design dari Rory Wardana dilanjutkan dengan
opening dance. Acara ini telah sukses mencuri perhatian terlihat respon masyarakat yang dengan antusias mendaftarkan diri untuk turut tergabung. 150 talent dan 58 fashion designer dari Jakarta, Bali, Jogja, Sumatera, Manado dan Solo ikut menyemarakkan acara ini.
“Designer Solo dan sekitarnya, Pacitan Jakarta Medan Bali merupakan salah satu bentuk keragaman para desainer Indonesia untuk menghasilkan keberagaman batik,” terangnya.
Besar harapannya melalui Solo Batik Fashion batik sebagai salah satu pusaka Indonesia dapat terus dilestarikan. Anak muda yang merupakan fashion desainer juga diharapkan mampu mengkreasikan batik menjadi sumber inspirasi yang tidak ada habisnya.
“Batik Solo sebagai salah satu ikon dari Solo Batik Fashion tahun ini juga bisa diolah kembali diakulturasi kembali menjadi karya-karya yang terus jadi yang terkini,” katanya.
Memilih Koridor Gatsu sebagai lokasi gelaran Solo Batik Fashion, pihaknya ingin menunjukkan ke khalayak ramai bahwa fashion merupakan milik semua orang. Tak terkecuali mereka yang berbadan plus size.
“Tahun lalu diadakan di indoor dan ini outdoor dan temanya menggunakan plus size urban style. Kita memberikan kesempatan ke teman-teman plus size Indonesia untuk bisa tampil,” ujarnya.
“Bahwa yang tampil nggak harus ramping tapi mereka yang punya berat badan yang lebih bisa punya kesempatan yang sama juga. Menjadikan fashion untuk kebersamaan, ini mengapa Solo Batik Fashion,” imbuhnya.








