SOLO, MettaNEWS – Dalam situasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Solo menyediakan pemotongan hewan kurban pada Idul Adha 1443 H. Di mana Hari Raya Kurban ini rencananya akan jatuh pada Sabtu (9/6/2022) mendatang.
Kepala UPT RPH DKPP Solo, Eko Nugroho menyebut pemotongan ini dilakukan di hari h Idul Adha dan Hari Tasyrik. Yakni tiga hari usai perayaan Idul Adha.
“Kemudian kalau dari RPH khusus menerima pemotongan hewan kurban pada hari raya kemudian juga saat hari tasyrik. Itu sudah di plot-plot masing-masing sesuai kapasitas yang ada kemudian juga kita menyiapakan petugas yang motong,” terang Eko saat ditemui MettaNEWS, Selasa (14/6/2022).
Sementara itu pihaknya juga akan melakukan perawatan apabila ditemukan kembali hewan ternak yang terjangkit PMK.
Bekerja mengawal beberapa hari sebelum kurban, saat ini timnya sudah mulai bertugas untuk memulai monitoring pedagang-pedagang dari luar Solo.
“Dan juga nanti perswatan yang disiapkan apabila dalam waktu tersebut terindikasi PMK. Sehingga kita sudah mengantisipasi itu perlakuan kita apa yg harus kita laksanakan apabila hewan tersebut terkena PMK,” tambahnya.
Pemeriksaan hewan ternak di waktu ini semakin diperketat. Di mana hewan-hewan tersebut akan tetap dikandangkan satu hari setelah kedatangannya dari pemasok. Sedangkan sebelum dipotong hewan kurban tersebut juga akan dikandang selama satu hingga dua hari, apabila menemukan hewan yang terjangkit PMK akan disendirikan.
Apabila terjangkit PMK pihaknya mengimbau panitia kurban untuk menukarnya dengan hewan kurban yang masih sehat.
“Dan satu dua hari sebelum dipotong ternak sudah ada di kandang dilaksanakan pemeriksaan apabila positif nanti disendirikan dan menghubungi panitia apakah nanti akan bersedia untuk mengembalikan kemudian ditukar dengan ternak yang sehat atau kalau memang tidak ya dipotong dengan secara potongan syarat khusus perlakukan penanaganan sapi atau hewan yang PMK,” jelasnya.
Di waktu ini pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada takmir masjid di seluruh Kota Solo mengenai sikap yang perlu diambil dalam kondisi wabah PMK. Termasuk persiapan dan tata cara peneyembilan secara khusus.
“Dibagi menjadi dua tahap karena tempatnya yang tidak mencukupi yang pada pagi hari tadi sudah dimulai di dua Kecamatan Banjarsari dan Laweyan. Mengenai apa yang nanti diisinya mengenai apa yang nanti perlu dipersiapakan para takmir untuk menyikapi melaksanakan hewan kurban pada kondisi wabah PMK,” terang Eko.
Sebanyak 60 hingga 70 orang yang tergabung dalam tim akan melakukan pemeriksaan di waktu menjelang, hari h dan usai Idul Adha.
“Nanti juga dibentuk tim dari kita sebanyak 60 70 orang untuk melaksanakan pemeriksaaan hewan kurban menjelang pada saat atau pun sesudah melaksanakan kurban,” sebutnya.
Juga lakukan sosialisasi kepada para pedagang musiman Idul Adha, penjualan hewan kurban sebelum hari h akan terus diupayakan. Di mana berdasarkan tahun lalu Solo memiliki 34 lokasi dan pedagang sapi musiman hari kurban.
“Tahun lalu tempat penjualan ada 34 pedagang, atau 34 lokasi. Kita juga sosialisasi dengan para pedagang ternak yang biasanya kan tiap kurban ada. Apa-apa yang harus mereka persiapkan dan laksankan sebelum mereka melaksanakan penjulan hewan kurban di Kota Solo,” tambahnya.
Pihaknya yang telah gerak cepat sejak PMK ini ada di Indonesia menyebut surveillance ke ternak warga dan pasar hewan yang meliputi ayam, kambing dilakukan.
“Sejak awal kita mempersiapkan ini sejak timbulnya wabah. Mulai dari sosialisasi kemudian pemeriksaan kemudian juga surveillance pada peternakan rakyat maupun juga pada pasar hewan,” tutupnya.









