Revitalisasi Keraton Solo Gunakan Dana Hibah Uni Emirat Arab

oleh
oleh
Relawan save keraton resik-resik area Museum Keraton, Jumat (6/1/2023) | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Pembiayaan revitalisasi Keraton Solo akan menggunakan sebagian dari dana hibah Uni Emirat Arab.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming tengah merevisi proposal penggunaan anggaran dana hibah UEA.

Solo menerima dana hibah dari Pemerintah UEA senilai USD 15 juta atau Rp 236 miliar.

“Ya kementerian kan sudah. Tak tambahi dari hibah UEA. Sebagian ada yang tak geser untuk keraton,” kata Gibran di Balai Kota Solo, Senin (13/2/2023).

Namun Gibran tetap belum menyebutkan nilai dana untuk revitalisasi Keraton Solo.

“Pokoke cukup. Kita kerjakan yang istilahnya tahap pertama dulu. Alun-alun dan gerbang Gladag,” papar Gibran.

Putra sulung presiden Joko Widodo ini mengungkapkan revitalisasi keraton Solo ini akan memakan biaya yang banyak.

“Ya nek seluruhnya banyak dananya. Pokoknya banyak. Tidah usah saya sebut nilanya. Kita akan usahakan. Kita garap dulu yang fase pertama,” tukasnya.

Gibran mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian terkait pengalokasian dana hibah untuk revitalisasi Keraton Kasunanan.

“Saya sudah koordinasi. Proposalnya kita revisi. Kemarin sudah saya rapatkan. Senin ini kita kirim proposal baru menggeser sebagian dana untuk keraton,” tegasnya.

Seperti berita sebelumnya, revitalisasi keraton Kasunanan akan berjalan pada tahun ini.

Gibran juga sudah bertemu dengan putra mahkota Keraton Kasunanan KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo di Balai Kota Solo, Rabu (8/2/2023). Gibran mengatakan rencana Kementerian PUPR dan Pemkot Solo untuk melakukan revitalisasi di Keraton Kasunanan sudah mendapatkan persetujuan.

“Intinya revitalisasi keraton sesuai pertemuan kemarin dengan Gusti Purbaya. Yang akan kita sentuh pertama adalah Gerbang Gladag dan Alun-alun. Ini untuk awalan. Otomatis Masjid Agung harus mengikuti, ini baru mau kita selaraskan, semua bertahap ya,” ujarnya.

Revitalisasi Keraton Solo Prioritaskan Gladag dan Alum-alun

Gibran mengungkapkan alasan pemilihan penggarapan Gerbang Gladak sebagai lokasi pertama revitalisasi.

“Gerbang Gladag ini jalan utama, pintu masuk utama menuju keraton. Biar clean dulu karena public space,” tutur Gibran sambil menunjukkan masterplan pembangunan revitalisasi keraton pada wartawan.

Sementara untuk bangunan-bangunan utama, Gibran menyebut juga akan tertangani secara bertahap.

“Dana ne nggak usah saya sebut. Pokokke ada gitu aja. Yang penting revitalisasi bisa berjalan lancar sampai selesai,” pungkasnya.