Gibran Temui Lembaga Dewan Adat, Revitalisasi Keraton Jalan Terus

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming bertemu dengan Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo terkait revitalisasi.

Sebelumnya, muncul pertanyaan dari LDA mengenai keputusan kawasan-kawasan keraton yang mesti di revitalisasi.

Putri sulung Sunan Pakubuwono XIII, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai Kusuma Dewayani menyoroti rencana revitalisasi Keraton Surakarta yang mulai dari alun-alun.

GKR Timoer mempertanyakan kenapa yang jadi prioritas awal adalah alun-alun. Padahal menurutnya, ada kawasan yang lebih penting untuk segera revitalisasi.

Pada pertemuan itu, Gibran menyampaikan LDA sepakat kawasan alun-alun jadi sasaran pertama revitalisasi.

“Sudah cukup baik bisa kita lanjutkan. Santai saja, sesuai jadwal, sesuai apa yang sudah kita rencanakan dari awal. Lancar semuanya, maturnuwun,” kata Gibran.

Gibran menyebut pada pertemuan yang berlangsung di kompleks Keraton Surakarta hadir Ketua LDA GKR Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, Kanjeng Pangeran (KP) Edi Wirabumi, GKR Timoer Rumbai Kusuma, KGPH Mangkubumi, dan GKR Ayu Koes Indriyah.

Gibran mengatakan masalah mis komunikasi terkait revitalisasi tidak melibatkan Lembaga Dewan Adat.

“Dari dulu kita libatkan. Tapi mungkin kemarin ada mis komunikasi saja ya. Waktu tanda tangan itu lho kok ora diundang. Itukan undangan dari Kementerian soalnya,” ungkap Gibran.

Putra sulung Presiden Jokowi menerangkan setelah alun-alun selesai akan meneruskan kawasan urgent lainnya.

“Intinya nanti setelah Alun-alun Utara dan Selatan kita lanjutkan yang urgent seperti Sanggabuwana. Serta kawasan yang penting lainnya,” jelasnya.

Untuk selanjutnya, kata Gibran akan berkomunikasi dengan semua yang terlibat. Termasuk yang di lapangan.

“Ya setuju (Gusti Moeng). Kami akan koordinasi terus dengan beliau-beliau. Semuanya tadi ada, tenang saja. Masalahnya miskom saja. Saya pengennya satu pintu lewat Sinuhun. Kalau harus nembusi Sinuhun, nembusi pihak ini itu capek,” tandasnya.

Namun Gibran menegaskan akan berkoordinasi dengan beberapa pihak tersebut.

“Tapi ga apa-apa saya akan berkoordinasi dengan semua. Biar semuanya lancar. Komunikasi lancar tidak ada salah paham. Tapi intinya beliau-beliau tadi 100 persen mendukung program ini,” ungkapnya.

“Semua akan kita libatkan. Ini kan aset beliau-beliau jadi seusai arahan beliau. Kemarin master plan dan bule print ada yang dari Gusti Moeng dan kita masukan juga,” sambung Gibran.

Idelanya lanjut Gibran semua bisa duduk bersama seperti saat pertemuan islah di Loji Gandrung dulu.

“Kita lihat aja doakan semua lancar tidak ada halangan apapun. Bukan menyanyangkan tapi kalau bisa semua  satu visi misi dengan program kami.  Kurangi kegaduhan. Kita pengen semuanya adem. Dan ini tadi semua sudah lancar. Terima kasih,” tegasnya.

Terkait usulan LDA mengenai sasaran revitalisasi, Gibran akan mengusulkan pada anggaran berikutnya.

“Setelah alun-alun, pokoknya Sangga Buwana dan yang ada dalam keraton. Saya tadi sudah iya pokoknya. Anggaran berikutnya akan kami usulkan untuk menggarap bagian dalam. Ya intinya mereka bisa menerima,” tuturnya.

Wali Kota muda ini mengatakan saat bertemu dengan LDA sudah menjelaskan dengan detail revitalisasi ini.

“Tadi saya kesana menjelaskan dari A sampai Z. Masalah anggaran, serah terima aset dan lainnya,” ujarnya.

Soal aset, menurut Gibran selesai revitalisasi akan menyerahkan ke Yayasan Keraton Surakarta.

“Kemarin penyerahannya ke yayasan tersebut. Selesai revitalisasi semuanya harus jelas. Mulai dari parkir, kebersihan, keamanan yang ngurus pedagang. Ini kan harus kita bahas di awal semua. Pemkot atau siapa. Kita tugasnya ngawal aja,” pungkasnya.