SOLO, MettaNEWS – Revitalisasi fase satu kebun binatang Solo Safari dalam waktu 6 bulan. Lebih cepat dari perencanaan.
Ketua Yayasan Konservasi Margasatwa Indonesia (YKMI) Agus Santoso mengatakan target awal pengerjaan fase satu Solo Safari seharusnya memakan waktu satu tahun.
“Fase satu Solo Safari ini yang harusnya dikerjakan satu tahun bisa selesai dalam waktu 6 bulan seperti Bandung Bondowoso. Ini kerja keras luar biasa karena teman-teman maka saya apresiasi yang sebesar-besarnya untuk mereka” kata dia usai pembukaan Solo Safari, Jumat (27/1/2023).
Setelah fase satu pengerjaan Solo Safari rampung, revitalisasi mulai menyasar fase dua pada Juli 2023. Pada fase dua ini ada beberapa satwa tambahan seperti pygmy hippo atau kuda nil kerdil dan pembangunan aviari.
“Sampai bulan Juli akan kita buat seperti ini dulu. Kita ngurus tamannya supaya bulan itu semuanya bagus binatangnya sudah beradaptasi. Baru nanti mulai Juli kita canangkan untuk tahap kedua atau penyelesaian,” ujar Agus.
Saat pembukaan Solo Safari fase satu, pengunjung dapat berjelajah 70 persen dari total luas kebun binatang. Beberapa fasilitas seperti resto dan lion cafe juga belum buka lantaran masih ada pengerjaan.
“Nanti di resto ada dua ikon Solo Safari. Yang pertama adalah danaunya yang tidak banyak kebun binatang atau taman satwa miliki. Begitupun dengan Pulau Primata ini,” terangnya.
Agus mengklaim Solo Safari miliki ciri khas yang berbeda dari kebun binatang kebanyakan. Yang mana Solo Safari miliki keunggulan Primate Island dan danau. Begitupun dengan resto ala Afrika.
“Restonya dibikin sangat unik dan membuat pengalaman baru karena seperti berada di Afrika. Yang sebagian menghadap ke selatan dan menghadap danau. Lion cafe itu seperti makan bersama singa dan mungkin kita kejar Februari pertengahan,” tukasnya.








