Rebung dan Asinan Sawi di Solo Laris Manis untuk Persembahan Imlek

oleh
Imlek
Pedagang asinan sawi dan rebung di Pasar Gede saat menyiapkan dagangannya, Kamis (23/1/2025) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Perayaan Tahun Baru Imlek 2025 tinggal menghitung hari. Segala perlengkapan persembahan maupun piranti sembahyang pun kian dicari. Salah satunya asinan sawi dan rebung.

Salah satu pedagang rebung Pasar Gede Solo, Wagiyem mengatakan permintaan rebung meningkat mulai pekan lalu menjelang Imlek.

“Permintaan meningkat mulai minggu kemarin. Tapi sekarang belum banyak, biasanya yang langganan-langganan pas Imlek sudah mulai datang beli 1 kg (kilogram-red) 2 kg 3 kg setengah kg,” ujarnya.

Dalam sehari, permintaan rebung tembus 10-15 kg saat Imlek. Naik dua hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.

“Sehari habisnya ndak mesti, biasanya per hari 10 kg 15 kg itu kalau imlek. Kalau hari-hari biasa paling sehari cuman habis 5 kg-an,” ujarnya.

Waginem mendapat pasokan rebung dari Sragen dan Malang. Ia menjual tiga jenis rebung yakni petung, original dan wulung.

“Pasokannya lancar. Saya jual 1 kg Rp 20 ribu untuk rebung. Harga tidak naik sama seprti hari biasa. Diprediksi sampai akhir Imleknya harapannya meningkat,” kata dia.

Berkaca dari tahun lalu, rebung milik Waginem laris manis saat mendekati Imlek. Dalam sehari ia bisa menjual habis 30 kg rebung.

Selain rebung, asinan sawi juga banyak diburu pembeli. Salah seorang pedagang, Sukarni menyebut asinan sawi miliknya bksa habis 30 kg dalam waktu dua hingga tiga hari menjelang Imlek.

“Biasanya rebung untuk campuran masakan Imlek, dibarengi ada sajian asinan sawi. Kalau pas Imlek tahun lalu asinan sawi bisa habis 50 kg,” terangnya.

Harganya per kilo asinan sawi dibanderol Rp25.000. Naik Rp5.000 dari harga normal saat Imlek. Diperkirakan penjualan akan meningkat saat weekend, khususnya di H-1 Imlek.

“Ramainya biasanya pada beli H-1 Imlek. Tahun lalu penjualan mencapai 50 kg, rata-rata belinya 1-2 kg per orang. Pembeli didominasi dari Solo dan luar kota,” kata Sukarni.