SOLO, MettaNEWS – Ratusan driver ojek online (ojol) dario berabgai provider yang menyebut diri Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Surakarta mendatangi kantor DPRD dan Balai Kota Solo, Senin (11/9/2023).
Mereka menuntut segera ditetapkan Peraturan Gubernur yang mengatur biaya jasa batas bawah, biaya jasa batas atas dan biasa jasa minimal ojek online. Akibat tidak ada peraturan itu, mereka mengaku sangat dirugikan kebijakan provider.
Dalam tuntutan tertulisnya, Gara minta provider atau aplikator menghapus berbagai biaya tambahan, Biaya tersebut, menurut mereka melanggar Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 667/2022 tentang biaya sewa penggunaan aplikasi maksimal 15 persen.
Sesuai aturan itu, Kota Solo masuk dalam Zona 1, di mana driver seharusnya mendapatkan biaya jasa batas bawah Rp 8.000 – Rp 10.000. Karena belum adanya aturan Gubernur yang mengatur biaya jasa batas bawah, batas atas, dan biaya jasa minimal, telah membuat celah bagi aplikator untuk memotong lebih dari 15% dan biaya jasa batas bawah dibawah Rp 8.000.
Oleh karena itu para driver ojek online yang terdiri dari Go-jek, Grab, Maxim, Shopee dalam gabungan aksi roda dua (Garda) dan roda 4 (R4) menuntut tiga hal:
Tetapkan peraturan gubernur yang mengatur biaya jasa batas bawah, batas atas, dan biaya jasa minimal ojek online di wilayah Surakarta. Dua, sanksi tegas bagi aplikator yang melanggar KP 667 2022 sewa penggunaan aplikasi paling tinggi 15%. Terakhir, hapus biaya tambahan di semua aplikator yang mengakibatkan penurunan order.
Aksi di DPRD mendapatkan respons dari wakil rakyat. Di antaranya, Ketua Fraksi PDI Perjuangan YF Sukasno, dia menerima surat tuntutan dan berjanji akan meneruskan ke Gubernur Jawa Tengah dan Kementerian Perhubungan.
Tak puas ke DPRD, rombongan awak Ojol kemudian berarak-arak ke Balai Kota Solo untuk menyuarakan tuntutan yang sama.
Di sana, perwakilan peserta aksi sempat beraudiensi dengan beberapa pejabat, di antaranya dari Dinas Perhubungan. Dan kembali mereka mendapat janji, tuntutan itu akan diteruskan ke pengambil keputusan yang relevan.
Presidium Garda, Josafat Satrijawibawa mengatakan, mereka akan terus melakukan aksi hingga pihak yang berwenang merespons tuntutan para awak Ojol.








