Proyek Underpass Joglo Belum Ada Tahapan Lanjutan, Gibran: Molor Sithik

oleh
underpass Joglo
Proyek elevated rail (rel layang) Simpang Joglo, Kecamatan Banjarsari, Solo, Senin (15/5/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Proyek Underpass Joglo di Kecamatan Banjarsari, Solo molor dari perencanaan. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan pihaknya akan mengejar pelaksanaan proyek agar tak melenceng dari linimasa jadwal pembangunan.

“Kalau lihat timeline harusnya bisa kita kejar lihat saja ya seminggu dua minggu ke depan. Underpasse nunggu sik sudah tak omongke sama pak menteri PUPR kemarin waktu penggantian ganti rugi tol Jogja-Solo,” ujar Gibran di Balai Kota Solo, Jumat (12/5/2023).

Gibran mengaku telah membahas lanjutan proyek tersebut bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumaahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Gibran memastikan proyek ini akan bisa menunjukkan perkembangan dalam waktu sepekan dua pekan ke depan. Selama ini cuaca menjadi sebab proyek ini belum ada tahapan lanjutan.

“Cuaca dan lain-lain. Nggak papa minggu depan aku tak ketemu kepala balainya yang baru sudah ada yang baru yang tanggung jawab di situ,” ujar Gibran.

Menyoal kantor Kelurahan Banjarsari yang terdampak proyek Simpang Joglo, Gibran mengatakan akan segera ia pindah. Rencananya kantor kelurahan Banjarsari akan pindah ke SMPN 18 Solo.

“Tenang wae gak popo mengko nek kon pindah ya pindah (tenang saja nggak apa-apa nanti kalau harus pindah ya pindah-red). Tenang wae molor ya molor sitik (tenang saja, molor sedikit-red),” terang Gibran.

Sesuai dengan linimasa proyek underpass Joglo akan selesai pada tahun 2024. Underpass ini memiliki total panjang 434 meter dan lebar 18 meter. Proyek ini diyakini dapat mengatasi masalah lalu lintas di titik kemacetan tertinggi di Indonesia tersebut. Baik dari sisi headway kereta api ataupun dari jalur transportasi darat yang akan tetap berjalan.