BOYOLALI, MettaNEWS – Jemaah Calon Haji 2023 tetap memalui pengecekan dan menerapkan protokol kesehatan ketat, meskipun Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah mencabut status darurat Covid-19 pada 5 Mei 2023 silam.
Hal tersebut dikemukakan oleh Plt Kepala Asrama Haji Donohudan Embarkasi Solo, Dyah Srimawarti saat proses persiapan penyambutan jemaah calon haji Senin (15/5/2023).
“Meski pandemi sudah selesai namun Prokes tetap kita jalankan. Karena itu aturan tetap, jadi proses pengecekan kesehatan jamaah haji itu tetap kita utamakan,” ungkap Dyah Senin (15/5/2023).
Jemaah calon haji nantinya akan menjalani berbagai cek kesehatan dan akan menuju tempat steril di Asrama.
“Jadi kalau misal ada keluarga yang ingin menjenguk itu cukup dari batas pagar pembatas. tidak boleh kontak langsung karena tentu ini menjadi prasyarat utama untuk kesehatan jamaah haji Selama perjalanan,” Jelas Dyah.
Hal tersebut untuk mengantisipasi penularan atau membawa penyakit untuk jemaah calon haji. Jika jemaah sakit otomatis akan menunda keberangkatan jemaah hingga kembali pulih.
“Jangan sampai nanti ada sakit di perjalanan ini kami tentu sangat khawatir jika sampai batal terbang tahun ini,” ungkapnya Dyah.
Berita sebelumnya saat ini persiapan dari Asrama Haji Donohudan sudah mencapai 80 persen lebih untuk menyambut para jemaah calon haji.
Pada tahun 2023 ini kuota jemaah haji sudah tidak ada pemotongan seperti tahun sebelumnya. Pada tahun ini kuota jemaah haji Indonesia berjumlah 221.000.
“Kami menyiapkan sekitar 192 kamar dengan rincian untuk gedung Mekah itu 1155 tempat tidur. Kemudian gedung Madinah 770 tempat tidur,” jelas Dyah.
Pihaknya menargetkan persiapan 100 persen pada tanggal 21 Mei 2023. Pada tanggal itu panitia dari Kemenag dan panitia lainnya akan mulai loading di Embarkasi Solo.
Menurut prediksi kloter keberangkatan di AHD tahun ini sangat padat dalam sehari kemungkinan dapat memberangkatkan 4 sampai 5 kloter jemaah calon haji.








