Calon Haji yang Gagal Berangkat Tahun Ini Diprioritaskan Tahun Depan

oleh
Materi Manasik Haji
Proses keberangkatan jemaah haji di Asrama haji Donohudan Embarkasi Solo 2022 | MettaNEWS / Kevin Rama

BOYOLALI, MettaNEWS – Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo Musta’in Ahmad Pastikan jemaah calon haji yang gagal terbang atau berangkat ke tanah suci tahun 2023 ini akan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan haji tahun depan.

Hal tersebut Musta’in ungkapan saat berada di Asrama Haji Donohudan Embarkasi Solo Kamis (22/6/2023).

“Untuk yang Istitha’ah atau tertunda keberangkatan karena kesehatan dan tidak layak terbang tahun ini hingga kloter terakhir selesai. Maka jemaah calon haji tersebut akan menjadi prioritas utama tahun depan. Terlebih jemaah sudah melunasi semua persyaratan,” ungkap Musta’in.

Selain itu pria yang menjabat sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah ini juga menggarisbawahi penambahan kuota haji yang telah Embarkasi Solo dapat. Menurutnya penambahan kuota ini cukup menarik.

“Problem umum tahunan itu serapan kuota tidak maksimal. Kita mengetahui setiap tahun pasti ada jemaah yang gagal berangkat karena kesehatan. Jadi saya kira ini dapat mengatasi serapan kuota tahunan yang selalu bolong di akhir,” ungkap Musta’in.

Namun, Musta’in menilai dengan kuota tambahan yang mendadak ini juga mendapatkan berbagai problematika. Yakni, persyaratan dari jemaah yang tidak bisa langsung jadi.

“Sudab memastikan siap berangkat, dia kondisinya harus sehat. Kemudian persyaratan pemeriksaan laboratorium kesehatan, paspornya dan lainya butuh waktu sehari atau bahkan lebih. Kemudian juga kesiapan finansial karena memang harus melunasi secara penuh,” papar Musta’in.

“Nah karena itu maka di tahun-tahun yang lalu itu kita batasi kira-kira 2 minggu sebelum pemberangkatan itu sudah close akibatnya atau dampaknya ada kuota yang tidak terserap dengan baik,” imbuhnya.

Meski begitu PPHI telah berusaha untuk penyerapan kuota maksimal. Dengan melakukan door to door ke rumah jemaah.

“Petugas repot ya nggak papa yang penting jamaahnya nggak repot,” kata Musta’in.

Pemilihan jemaah juga menyesuaikan nomor porsi, sekaligus memastikan kesiapan finansial dari jemaah.