SOLO, mettaNEWS – Usai penyerahan bendera ASEAN Para Sports Federation (APSF) di solo pada senin (9/5/2022) malam, presiden APSF Mayor Jenderal Osoth Bhavilai mengungkapkan keinginannya agar pergelaran ASEAN Para Games (APG) 2022 di solo dapat berkesan dan tak terlupakan.
Osoth menekankan perlunya untuk semua pihak untuk bekerja sama untuk memastikan Pertandingan berjalan lancar pada tanggal 30 Juli sampai 6 Agustus mendatang.
“Dua bulan ke depan sangat penting, tetapi saya memiliki keyakinan penuh bahwa Solo akan dapat mewujudkannya Game yang tak terlupakan. Saya berharap yang terbaik untuk semua orang dalam beberapa minggu dan bulan mendatang,” ungkapnya
Selain itu Osoth juga mengatakan persiapan yang dilakukan cukup panjang lantaran terbentur dengan pandemi covid yang tinggi pada bulan-bulan sebelumnya, yang mengharuskan mengadakan pertemuan dan diskusi sebagian besar dilakukan secara virtual.
“Usai diskusi panjang sebelumnya akhirnya sepakat tentang cara terbaik untuk memberikan Games. Permainan sekarang kurang dari 80 hari lagi dan dengan 14 olahraga terdaftar, kita perlu bekerja sama dan melangkah upaya persiapan,” tuturnya.
Wali kota Solo, Gibran Rakabuming dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada APSF atas dukungan dan bantuan dalam memberikan masukan yang berharga, terutama dalam persiapan tempat kompetisi dan olahraga.
“Solo siap menerima peserta, atlet, ofisial, dan tamu dan kami akan melakukan yang terbaik terbaik untuk memberikan Games yang sukses, ”ungkapnya.
Tim Tinjauan Proyek APSF yang dipimpin oleh Kolonel Wandee Tosuwan, juga telah menyelesaikan Memorandum of Understanding (MoU) yang akan ditandatangani secara resmi antara APSF dan panitia lokal dalam beberapa minggu mendatang.
“Penandatanganan MoU secara resmi akan dilakukan setelah keputusan Presiden dari Presiden Indonesia diterima dalam beberapa minggu mendatang, baik APSF dan NPC serta legal perwakilan dari panitia lokal telah mencapai konsensus dalam berbagai area fungsional seperti operasi, venue, medis dan anti-doping, klasifikasi, akreditasi, akomodasi, makanan dan minuman, transportasi, teknologi informasi, pemasaran, media, dan penyiaran,” jelasnya.







