Posting Baju Sakral di Medsos, Pesilat Muda Dianiaya 14 Seniornya

oleh
Tersangka AN dan Boncel saat jumpa pres di mapolresta Solo Senin (23/5/2022) | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 14 orang pesilat ditahan Polresta Solo Senin (23/5) setelah melakulan kekerasan kepada salah satu anggota muda dari perguruan silat mereka, penganiayaan yang mereka lakukan ini dikarenakan anggota muda tersebut mengumbar foto dirinya mengunakan baju perguruan yang di anggap sakral ke media sosial.

Korban berinisial FS warga Joyosuran Serengan ia dianiaya secara bergiliran dengan cara dipukul, ditendang bahkan ada yang menyulut rokok ke tangannya oleh ke 14 seniornya tersebut.

Kapolresta Solo Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak mengatakan kejadian ini terjadi pada hari minggu (24/4) bulan April yang lalu di depan SDN Beton Jebres Solo.

“14 tersangka yang kita tangkap ini terdiri dari 12 pria, 2 wanita dan dalam 14 tersebut 3 diantaranya masih tergolong anak di bawah umur,” ungkap Ade dalam konfrensi press di Mapolresta Senin (23/5/2022).

Ade menjelaskan penganiayaan yang dilakukan tersangka tersebut merupakan ‘sangu’ atau bekal sebagai hukuman atas kesalahan dilakukan, lantaran korban belum disahkan menjadi anggota sesuai prosedur perguruan.

“Sebelumnya korban diajak duel tiga ronde selama 30 menit dengan anggota lain, kemudian diberikan ‘sangu’ oleh tersangka yang di tempat,” ungkapnya.

Kasus pengunggahan foto atau video korban ini sudah pernah terjadi sebelumnya dan permasalahan selesai, namun muncul kembali lantaran diunggah di madsos oleh orang lain.

Kemudian dilakukan proses klarifikasi oleh salah satu tersangka. Informasi proses ini justru mengundang kedatangan anggota lain diantaranya tersangka. Dalam kesempatan itu, tersangka AN sebagai Ketua Rayon Sewu telah minta izin kepada ketua korban.

“Saya sudah telepon ketuanya,  katanya disuruh memberi sangu. Ya saya minta duel juga,” ungkap AN saat ditanya di Polresta Solo.

Boncel salah satu tersangka sengaja menyulutkan rokok ke tubuh korban. Perlakuan ini pernah diterimanya ketika awal ikut perguruan pencak silat dulu.