PLN Resmikan Cagar Budaya Gardu Listrik Ngarsopuro dan Pesenkopi Heritage Jadi Tempat Hang Out dan Ruang Edukasi Publik

oleh
oleh
PLN resmikan Gardu Listrik Ngarsopuro dan Pesenkopi Heritage, Kamis (14/11/2024) | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggelar soft opening Cagar Budaya Gardu Listrik Ngarsopuro dan Pesenkopi Heritage, Kamis (14/11/2024).

Alih fungsi Gardu Listrik Ngarsopuro jadi ruang edukasi public ini merupakan salah satu cagar budaya yang selama ini dikelola oleh PLN.

Melalui proses revitalisasi yang penuh dengan kecermatan, PLN memastikan setiap detil bangunan dipulihkan. Cagar Budaya Gardu Listrik Ngarsopuro dan Pesenkopi Heritage ini menjadi cara PLN menghadirkan museum dan heritage café yang menyatu harmonis dengan bangunan bersejarah.

EVP General Affairs dan Asset Property PT PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri dalam sambutannya menyampaikan divisi general of fair dan Aset property memiliki program revitalisasi atau merestorasi bangunan cagar budaya gardu listrik yang beralamat di Jalan Diponegoro Nomor 50 Banjarsari Surakarta ini.

“Program revitalisasi atau restorasi bangunan cagar budaya ini sudah dimulai sejak 1,5 tahun yang lalu. Yang menyebabkan lama adalah mungkin terkait proses perizinan karena memang kami sangat hati-hati dalam melakukan revitalisasi bangunan cagar budaya ini. Kami mengikuti seluruh arahan dan masukkan yang diberikan oleh para pihak terkait terutama dari Dinas Budaya dan Pariwisata serta Dinas PUPR. Kami memastikan bahwa setiap detail bangunan ini dipulihkan dan dirawat untuk tetap terjaga keaslian arsitektur bangunan aslinya,” jelas Arsyadany.

Arsyadany mengungkapkan, pada program revitalisasi ini PLN sengaja menghadirkan beberapa barang-barang artefak yang bisa dilihat di sepanjang bangunan cagar budaya ini.

“Barang artefak penilaian sejarah yang kami display sebanyak 71 koleksi. Selain itu kami juga menggandeng mitra profesional yang telah berpengalaman dalam bidang food and beverage yaitu dari pesan kopi untuk mengembangkan coffee shop yang bernuansa Heritage yang bisa menyatu harmonis dengan bangunan sejarah. Sehingga diharapkan tempat ini mampu menciptakan ruang interaksi bagi masyarakat Solo yang sarat budaya sekaligus mempercantik setiap sudut kota Solo yang kita cintai ini,” tutur Arsyadany.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Legal dan Human Capital PT PLN, Yusuf Didi Setiarto mengungkapkan, dengan dibukanya tempat yang khas seperti ini mencangkup dua aspek yakni aspek sejarah ada aspek komersial.

“Ini menyerap 30 orang tenaga kerja bisa bekerja. Seandainya di kota Solo ada beberapa seperti ini tentu sedikit banyak kita bisa berkontribusi untuk mengurangi angka pengangguran. Dan yang paling utama tentunya menjadi kebahagiaan bagi kami dari PLN adalah PLN hari ini memberikan sumbangan terbaiknya kepada kota Solo menambah aset kuliner Kota Solo,” pungkas Yusuf.