Pertahankan Jateng Bebas Rabies, 300 Dosis Vaksin Disebar di Kota Solo

oleh
Vaksin
Vaksinasi rabies gratis Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Solo di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Rabu (26/10/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) giatkan vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan kera di 6 kelurahan Kota Solo. Yakni Kelurahan Banyuanyar, Sumber, Nusukan, Jebres, Pucangsawit dan Kadipiro.

Kegiatan ini sudah berjalan sejak 18 hingga 26 Oktober 2022. Terakhir vaksinasi ini digelar di Kantor Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo, Rabu (26/10/2022). Tercatat 107 pendaftar mengikuti vaksinasi gratis yang digelar sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut. Di mana kucing menjadi jenis hewan yang paling banyak didaftarkan vaksinasi rabies gratis ini.

Dokter Kesehatan Hewan DKPP Solo, Abdul Aziz mengatakan vaksinasi rabies pada hewan tersebut merupakan program dari Pemerintah Kota (Pemkot) yang menargetkan hewan peliharaan warga Solo saja. Pihaknya menargetkan 500 dosis vaksin rabies dapat diberikan pada tahun ini.

“Hari ini adalah vaksinasi yang dikelola di Kadopiro. Terget kita adalah 300 dosis untuk tahun ini. Di mana per kelurahan mendapat 50 dosis vaksin rabies. Ini luar biasa untuk di Kadipiro banyak yang hadir, terus untuk di tempat lain kebetulan ya pas tidak full jadi bisa ditarik ke sini,” katanya.

Untuk bisa mendapatkan vaksinasi gratis ini, warga harus mendaftar lewat Google Form yang telah disebarkan dan diisi oleh para pemilik hewan yang ingin divaksin. Kendati belum ada urgensi lantaran adanya kasus rabies, Aziz menegaskan  vaksinasi rabies tersebut merupakan upaya untuk mempertahankan Jawa Tengah bebas rabies.

“Sementara ini belum ada permintaan lagi dari warga. Tapi kalau memang ada bisa menyusul di Puskeswan, kita juga sudah mengajukan tambahan vaksin ke provinsi tapi kita tunggu saja,” kata Aziz.

Lebih lanjut, Aziz juga menerangkan syarat-syarat hewan peliharaan yang dapat di vaksin rabies harus dalam kondisi sehat, tidak sedang dalam keadaan hamil dan sudah berusia lebih dari tiga bulan.

“Hewannya ada anjing, kucing, kera. Itu tiga sasaran utama kita. Kita menggunakan vaksin yang bisa sebenarnya 1 tahun sekali di booster bagus, tapi ini bisa 2 tahun,” paparnya.

Aziz menjelaskan, saat ini program vaksinasi rabies masih menyasar pada hewan peliharaan. Sebab masih banyaknya masyarakat yang belum sadar akan pentingnya vaksin rabies pada hewan peliharaannya.

“Selama ini memang untuk yang liar belum kita sasar, jadi yang ada pemiliknya saja yang bersentuhan dengan pemilik, dan saat ini pun kita belum bisa menjangkau semua masyarakat karena keterbatasan baik dari tenaga maupun juga vaksin,” jelas Aziz.

Sedangkan untuk hewan liar, Aziz mengatakan masih sulit untuk mewujudkan program vaksinasi gratis tersebut. Alasannya keterbatasan tenaga maupun ketersediaan vaksin menjadi kendala terbesar selama ini.

“Selama vaksinasi gratis ini digelar tidak ada kendala. Hanya insiden seperti berantem kecil karena kucing sama anjing di campur. Juga karena stres tinggi suhu tubuh meningkat. Makanya beberapa hewan harus menunggu sampai agak reda untuk bisa divaksin,” tukasnya.

Raihan Maulida (22) salah satu penerima manfaat vaksinasi rabies gratis mengaku terbantu dengan program DKPP tersebut. Pasalnya 3 ekor kucing yang ia miliknya akhirnya mendapat vaksin rabies. Lida pun merasa lebih tenang lantaran hewan kesayangannya tersebut bisa terhindar dari penyakit rabies.

“Kalau untuk saya membantu banget ya, karena mungkin banyak pemilik hewan yang nggak aware buat vaksjn rabies, kan rabies itu sendiri penyakitnya nggak common buat kucing biasa,” kata Lida.

“Karena mungkin kalau buat vaksin yang lain ada yang dengan sukarela daftarin sendiri, tapi kalau dengan vaksinasi gratis ini jadi lebih tahu,” tambahnya.

Berkat program ini, ketiga kucingnya dapat memperoleh vaksin rabies untuk pertama kalinya. Lida pun berharap agar program yang vaksinasi jenis lain juga dapat diadakan DKPP, khususnya di wilayah Kadipiro.

“Kalau saya sih semoga nggak cuma vaksiansi rabies aja, tapi vaksin yang lain juga soalnya terbantu banget kalau bawa sendiri lumayan (harganya). Karena biasanya kalau vaksin yang lain saya kontrol 1 atau 2 kali dalam setahun minimal,” pungkasnya.