SOLO, MettaNEWS – Dinas Ketahanan Pangan dan pertanian (DKPP) Kota Solo menyatakan sebanyak 12 dari total 26 sapi di Solo yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah sembuh. Sebelumnya sapi positif PMK ini pertama kali ditemukan di dua wilayah yakni Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari dan Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres pada Juni lalu.
Sekretaris DKPP Kota Solo, Erha Evy Nur Wulandary (Evy) mencatat hingga saat ini tersisa 14 sapi yang masih dalam masa pengobatan dan isolasi. Pihaknya juga menyebut tak ada sapi yang mati akibat terjangkit PMK. Selain itu pihaknya juga menyatakan bahwa sapi-sapi PMK tersebut fokus dalam masa penyembuhan sehingga tak ada yang disembelih.
“12 ekor sudah sembuh, tidak ada yang dipotong tidak ada yang mati,” kata Evy saat ditemui di sela-sela pemeriksaan hewan di Mojosongo, Jebres, Solo, Senin (4/7/2022).
Untuk mengantisipasi adanya persebaran PMK, sebanyak 61 sapi di Solo telah divaksin oleh DKPP baik hewan kurban maupun ternak non kurban lainnya. Target pencapaian 100 dosis akan digencarkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh hewan ternak.
“Sampai hari ini 61 ekor sapi yang divaksin, belum ada tambahan 100 vaksin,” katanya.
Meski belum dapat menjangkau semua sapi yang ada di kandang warga maupun tempat penjualan, pihaknya akan segera menggencarkan vaksinasi agar merata. Untuk saat ini pihaknya akan memprioritaskan sapi-sapi yang ada di daerah rawan terjangkit PMK seperti Banyuanyar; Banjarsari dan Mojosongo; Jebres.
Menurut Evy, sapi yang belum divaksin tetap dapat dijadikan hewan kurban, sehingga tak harus menunggu sapi tersebut divaksin untuk dapat disembelih.
“Jadi vaksinasi tidak hanya untuk hewan kurban aja, tetapi untuk hewan yang dipelihara untuk selanjutnya untuk budidaya. Seminggu sebelumnya nanti akhirnya dipotong (hewan kurban kalau divaksin), saya kira imunitas itu belum meningkat, maka perlu waktu. Untuk hewan potong meskipun ini tidak divaksin, tetap bisa dipotong selama hewan itu sehat. Kalau vaksinasi untuk antisipasi saja untuk hewan agar tidak kena PMK,” jelasnya.
Terlebih di Mojosongo terdapat hewan ternak khususnya sapi yang diliarkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo untuk mencari makanan. Sehingga pihaknya juga akan menyasar daerah ini sebagai sasaran vaksinasi dengan menyiapkan 3 personel pengawasan.
“Kita selalu melaksanakan pembinaan, agar dalam pemberian pakan dipisahkan pakan yang hijauan, jadi monggo saja penduduk sana untuk memilah-milah kemudian pakan yang hijauan itu dicuci dulu diberikan ke sapinya,” katanya.







