Persis Fans Bertandang Ke Yogyakarta, Ukir Sejarah Perdamaian dengan Suporter PSS Sleman dan PSIM

oleh
Suporter
Suporter Persis Solo (kiri) dan suporter PSS Sleman membentangkan atribut kebangaan saat akan bertandang ke Stadion Mandala Krida Yogyakarta untuk doa bersama atas Tragedi Kanjuruhan, Selasa (4/10/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Pasca Tragedi Kanjuruhan, Malang, ratusan suporter Persis Solo bertandang ke Yogyakarta untuk mengikuti doa bersama suporter Yogyakarta  di Stadion Mandala Krida, Selasa (4/10/2022).

Mereka banyak yang berangkat mengendarai sepeda motor sembari membawa atribut Persis Solo. Ratusan suporter ini terdiri dari beberapa elemen yakni Pasoepati, Surakartans, Ultras 1923, Garis Keras,  Samber Nyawa dan First Mangkoenagoro 1923.

Dirigen Pasoepati Agus Warshope (36th) mengatakan pihaknya tidak ingin sepak bola  jadi tragedi mengerikan yang memakan korban jiwa. Baginya sepakbola adalah hiburan bagi rakyat jadi tak sepantasnya ada korban.

“Kita tidak ingin ada lagi korban di sepak bola. Sepak bola yang seharusnya bikin kita happy, untuk senang-senang hiburan rakyat tapi malah jadi ada korban nyawa. Di sini kita ingin meminimalisir kejadian besok-besok jangan sampai ada korban lagi,” ujarnya.

Ia menyebut dari kejadian Kanjuruhan ini pihaknya banyak intropeksi. Oleh karena itu, ia mengingatkan ke semua suporter agar kejadian serupa tak terulang di tempat lain.

“Pemantiknya jelas, kejadian di Malang tapi kita juga menilai walaupun kemarin di Malang semuanya juga bukan bentrokan antar suporter. Tapi kita kan juga jadi mikir kayak seperti ini terus mungkin bisa terjadi di Solo, di Yogya atau di manapun,” katanya.

Sementara itu, Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong menyebut selain mendoakan korban tragedi Kanjuruhan ini sekaligus sebagai momen membangun persahabatan dengan fans PSIM, Brajamusti dan Maident serta suporter PSS Sleman.

“Momen ini sebagai awal, bahwa Solo dan Yogya itu bisa bersatu, meski tidak instan butuh 1 atau 2 tahun baru nanti menyalur ke semuanya, termasuk akar rumput. Kita nanti mungkin 200 yang dari sini yang di jalan-jalan Kartosuro, Boyolali, Klaten mungkin juga ratusan mungkin hampir 500-an,” ujarnya.

Maryadi berharap bahwa momen tersebut tidak hanya berlangsung semalam. Namun menyebar hingga ke akar rumput, baik pada suporter Persis Solo maupun PSIM dan PSS Sleman.

“Harapan kita tidak hanya nanti malam atau besok. Semoga perjalanan ini berkelanjutan hingga sosialisasi nanti akar rumput harus tahu sama seperti yang terjadi pada Bonek 2014 lalu bisa terwujud damai,” pungkasnya.