SOLO, Metta NEWS – jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo bersiap memulai tahapan-tahapan menuju Pemilu serentak.
Ketua Bawaslu Solo, Budi Wahyono menyampaikan saat ini pihaknya mulai bersiap untuk menjaring pemilih dari berbagai kalangan khususnya pemilih pemula.
Budi mengungkapkan, tantangan terbesar dalam pengawasan Pemilu 2024 mendatang ada pada konten di media sosial atau berbasis digital. Menurutnya, sistem digital telah menguasai lebih 90% terhadap pilihan pemilih di Indonesia.
“Masyarakat seakan tidak menyadari bahwa mereka telah masuk terperosok menjadi konsumen berita hoax, disinformasi, hate space (ujaran kebencian) dalam bermedia sosial yang kemudian juga ditarik dalam kehidupan nyata sehari-hari,” terang Budi.
Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2020 terdapat 270,20 juta jiwa di mana 27.94% adalah Generasi Z (Gen-Z) dan 25.87% adalah generasi milenial.
“Pemilu tahun 2024 setidaknya akan diikuti oleh mayoritas pemilih rasional yang berasal dari Gen-Z dan milenial,” ungkap Budi.
Tahapan paling dekat dari Pemilu 2024 lanjut Budi adalah pendaftaran partai politik yang akan berlangsung pada Agustus 2022 mendatang.
“Terkait tahapan Pemilu 2024, pada bulan Agustus nanti masuk pada pendaftaran partai politik. Kalau di luar tahapan Bawaslu terus melakukan berbagai sosialisasi pengawas partisipatif dengan banyak pihak,” jelas Budi di Kantor Bawaslu Solo, Kamis (21/4/2022).
Pengawasan partisipatif ini menurut Budi melibatkan banyak pihak diantaranya ormas, LPKM, komunitas hingga dari forum pemilih difabel.
Langkah tersebut menurut Budi sebagai upaya untuk pendekatan akan pentingnya sistem demokrasi Indonesia saat ini.
“Lewat komunitas ini bisa mendekatkan diri pada masyarakat sasaran. Mereka bisa menjadi bekal point demokrasi di wilayah masing-masing,” tuturnya.
Untuk rencana anggaran pelaksanaan Pemilu Kota Solo, Budi menyampaikan saat ini dalam proses pengusulan ke Pemerintah Pusat.
“Baru diusulkan, sekitar Rp 16,9 miliar. Pembiayaan ini untuk kegiatan sosialisasi pengawasan kepada masyarakat dan honor pengawas TPS. Jumlah pengawas TPS yang ada di kota Surakarta ada ribuan anggota,” tandas Budi.








