SRAGEN, MettaNEWS – Generasi Z atau Gen Z didorong untuk memanfaatkan berbagai fasilitas peningkatan kompetensi yang disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna menghadapi persaingan dunia kerja. Hal itu disampaikan Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Zulkifli Gayo, dalam Diskusi Publik “Inspirasi Sukses dari Local Hero Sragen” yang diselenggarakan Kejaksaan Negeri Sragen bersama Solusi Indonesia, Selasa (2/12/2025).
Zulkifli mengatakan, Gen Z harus memiliki daya saing tinggi agar dapat menjadi generasi sukses di masa depan. Menurutnya, stigma Gen Z sebagai penyumbang angka pengangguran harus dijawab dengan meningkatkan kualitas diri dan memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan pemerintah. Ia mengajak anak muda untuk lebih aktif berorganisasi, mengikuti kegiatan positif, dan terus mengembangkan kapasitas diri.
Ia menekankan bahwa Gen Z boleh bergaya lokal, namun harus memiliki visi global agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Zulkifli menjelaskan bahwa Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan kapasitas anak muda melalui berbagai program. Salah satunya adalah Kartu Zilenial atau Taruna Karya Mandiri yang menyediakan 45 jenis pelatihan gratis sesuai minat dan bakat, mulai dari pelatihan bisnis, pertanian, peternakan, hingga konten kreator.
Selain pengembangan keterampilan, Gen Z juga didorong terlibat dalam kegiatan ekonomi dan kewirausahaan muda, seperti program 1 RT 1 UMKM, pelatihan konten kreator desa wisata, program lingkungan, hingga peningkatan kemampuan bahasa asing dan literasi digital. Zulkifli berharap fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan agar anak muda Jateng dapat tampil menjadi generasi yang inovatif, produktif, dan berdaya saing tinggi.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusumarita, menambahkan bahwa pihaknya turut menyiapkan akses permodalan bagi Gen Z yang ingin merintis usaha. Ia menegaskan bahwa Bank Jateng tidak hanya membantu mereka yang telah memiliki usaha, tetapi juga menggelar program literasi dan pelatihan bisnis mikro bagi pemula. Bahkan, mahasiswa yang baru memulai usaha dapat mengakses modal tanpa agunan dengan plafon mulai dari Rp10 juta hingga Rp20 juta melalui kerja sama dengan kampus-kampus.
Anna menjelaskan, Bank Jateng juga menyediakan kredit usaha rakyat (KUR) hingga Rp100 juta tanpa agunan dengan bunga hanya 6–6,5 persen karena adanya subsidi pemerintah pusat. Menurutnya, fasilitas ini sangat dibutuhkan oleh calon pengusaha muda yang sering kali terkendala modal.
Dalam sesi inspiratif, pengusaha muda Sragen, Joko Pramono, turut membagikan pengalaman membangun usaha dari nol. Ia mengisahkan bagaimana dirinya memulai sebagai pedagang kaki lima dengan modal Rp3 juta pada 2015, sebelum akhirnya merambah ke bisnis kuliner, properti, hingga mendirikan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bahasa Korea. Kini ia membawahi puluhan karyawan tetap maupun freelance. Joko menegaskan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses dan kunci kesuksesan terletak pada mindset yang tepat, jaringan yang kuat, mentor yang mendukung, serta rencana bisnis yang matang.
Melalui diskusi publik ini, Zulkifli berharap Gen Z semakin percaya diri untuk meningkatkan kapasitas diri, memanfaatkan seluruh fasilitas pelatihan gratis yang tersedia, serta berani menciptakan peluang yang berdampak bagi ekonomi daerah.







