SOLO, MettaNEWS – Himpunan Ratna Busana (HRB) Indonesia merayakan 51 tahun dengan event Javanese Heritage Dinner, Selasa (5/12/2023).
Javanese Heritage Dinner berlangsung di kediaman keluarga ketua umum HRB, Titiek Soeharto di Ndalem Suryo Hamijayan Baluwarti, kawasan Keraton Surakarta.
Titiek Soeharto menjelaskan perayaan HUT Himpunan Ratna Busana ke 51 mempunyai keistimewaan tersendiri. Titiek menyebut peringatan ulang tahun selalu merupakan penelusuran kembali atau kilas balik perjalanan sejarah dari kegiatan organisasi
“Kita mengadakan wisata budaya dan kuliner khas Solo. Juga melakukan ziarah ke Astana Giri Bangun, makam Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto. Ibu Tien Soeharto adalah pelindung HRB saat awal berdiri 51 tahun yang lalu. Saya sangat mengapresiasi semangat ibu-ibu HRB yang antusias mengikuti perjalanan ini,” beber Titiek.
Titiek melihat antusias peserta dan menjadi semangat untuk terus berkarya bersama HRB.
“Pembentukan HRB bertujuan untuk melestarikan masyarakatkan dan menemukan rasa cinta kepada busana nasional dan busana tradisional Indonesia,” ujar Titiek.
Pada event tersebut hadir pengurus dan anggota HRB Indonesia sebanyak 70 orang. Termasuk Nina Tanjung, Anita Chairul Tanjung, Dewi Montik dan lainnya.
“Kegiatan HRB selalu diwarnai oleh ciri tertentu yaitu memberikan pengetahuan mengenai busana dan gaya Nusantara. Dengan mengundang para pakar di bidangnya. Para peserta hadir dengan mengenakan busana Indonesia yang menyesuaikan dengan tema acara. Lengkap dengan kuliner, musik dan bazar yang diikuti oleh perajin kain atau perhiasan dari daerah yang ketempatan,” papar Titiek.
Pihaknya berharap dari kegiatan HRB selain menumbuhkan penghargaan dan rasa sayang pada bangsa Indonesia juga akan memberikan manfaat dan kebaikan. Bagi pihak yang terkait dengan pelestarian pesan Indonesia.
“Seperti misalnya para perajian batik atau tenun, perajin perhiasan lokal atau etnik. Penyedia kuliner dan pemusik dari daerah saya merasa bahagia dan berterima kasih kepada para ibu-ibu yang antusias mengenakan busana nasional atau busana adat dalam setiap acara-acara HRB,” tegasnya.
Terkait pelestarian kebaya dan wastra nusantara, Titiek menyebut harus menjalankan regenerasi dengan baik.
“Percayalah bahwa ibu-ibu telah menghidupkan rasa cinta kepada busana Indonesia. Menyiapkan keindahannya kepada semua orang dan semoga mendorong generasi muda untuk melestarikan pemakaiannya,” pungkasnya.







