Peran UMKM Membangun Kemandirian Ekonomi melalui Transformasi Digital  

oleh
oleh
Foto : dok Humas Pemkot Solo

SOLO, MettaNEWSUniversitas Sebelas Maret bekerja sama dengan Pemprov Jawa Tengah, menggelar acara talkshow pada Rabu (15/06) siang. Acara tersebut mengusung tema Peran UMKM dalam membangun kemandirian Ekonomi melalui Transformasi Digital.

Turut hadir Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Walikota Surakarta Gibran Rakabuming, Rektor UNS serta jajarannnya.

Menurut Ganjar Pranowo, UMKM membutuhkan pendampingan, oleh karena itu perlu adanya evaluasi mengenai apa saja masalah- masalah yang perlu diselesaikan, bagaimana dengan produk- produk knowledge, market, dan cara menyatukan dengan ekonomi digital.

“Peran perguruan tinggi itu sangat penting, beberapa uji coba telah dilakukan dan memang benar kerjasama bersama mahasiswa lebih mudah dan membuat UMKM meningkat,” ujar Ganjar Pranowo.

Dengan adanya pengalihan ke transformasi digital diharapkan UMKM bisa mandiri dan terus berprogres untuk membantu menaikan perekonomian negara.

“Hari ini kita mengupas bagaimana membangun kemandirian ekonomi terkhusus di bidang UKM dan kenapa UKM? Karena UKM yang butuh pendampingan. Hari ini UKM kita bongkar bagaimana dengan Product Knowledge, Product Market lalu peran perguruan Tinggi menjadi sangat penting sehingga UKM nya menjadi naik kelas dan selalu ada yang baru“ ujar Ganjar.

Harapannya lanjut Ganjar, semua produk UKM melek, selalu berinovasi serta kemajuan dalam produk seperti kemasan dan photo product yang menarik.

“Dengan adanya pengalihan ke transformasi digital diharapkan UMKM bisa mandiri dan terus berprogres untuk membantu menaikan perekonomian negara,” tandasnya. 

Dalam talkshow tersebut menghadirkan lima pembicara antara lain Direktur PT. Plevia Makmur Kevin Nugroho, Direktur Akses Pembiayaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Hanifah Makarim,  Dosen FEB UNS dan peneliti di UNS Fintech Center Dr. Putra Pamungkas, Prof. Alistair Milne dari Loughborough University UK, dan Prof. Bruno S. Sergi dari Harvard University USA. 

“Mayoritas UMKM mampu bertahan selama pandemi. UMKM yang berhasil bertahan selama krisis pandemi adalah mereka yang menerapkan pendekatan adaptif yang mayoritas adalah UMKM yang telah menerapkan ekosistem digital,” jelas Direktur PT. Plevia Makmur, Kevin Nugroho. 

Menyambung keterangan dari Kevin, Hanifah Makarim menuturkan bahwa memang dibutuhkan penguatan manajemen, terutama di bidang manajemen keuangan. 

“Kelemahan UMKM di Indonesia memang ada di bidang manajemen keuangan yang seringkali masih digabung dengan keuangan pribadi. Namun hal ini telah banyak terbantu dengan adanya teknologi pencatatan digital,” ungkap Hanifah.

Dari sisi akademik, Dr. Putra Pamungkas dari UNS menjelaskan hasil riset yang dilakukan oleh UNS Fintech Center terkait faktor pendorong adopsi teknologi digital di sektor UMKM Indonesia. 

Riset tersebut menemukan bahwa terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi adopsi teknologi digital yaitu usia pemilik, kompetisi adopsi diantara UMKM di daerah yang sama, serta kebutuhan konsumen. 

Sementara itu, Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho menyampaikan peran UMKM sangat besar dalam pemulihan ekonomi Indonesia. 

“Saat ini ada sekitar 64,2 juta UMKM di Indonesia yang mampu menyerap 97% tenaga kerja. Akselerasi penguatan ekosistem digital dari kota hingga desa menjadi kunci upaya percepatan pemulihan dan peningkatan daya saing ekonomi,” jelas Prof. Jamal.