Pemkot Berikan Bantuan Material dan Perpanjangan Waktu Relokasi Pada Pedagang Pasar Mebel yang Terdampak

oleh
oleh
pasar mebel ngemplak
Police line terpasang di puing-puing kios Pasar Mebel Ngemplak yang terbakar pada Selasa (3/5/2022) | Metta News / Puspita

SOLO, Metta NEWS – Pemerintah Kota Solo hari ini, Rabu (4/5/2022) mengumpulkan para pedagang Pasar Mebel Ngemplak yang kiosnya ludes pada musibah kebakaran pada Selasa (3/5/2022). 

Pertemuan dengan para pedagang yang terdampak ini berlangsung di Rumah Dinas Wakil Walikota Solo. 

“Ini untuk mencari solusi, kami kumpulkan dan tadi sudah kami jawab apa permintaan dari pedagang yang terdampak. Mereka meminta bantuan seng dan kayu untuk membuat pasar di luar pasar darurat,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Heru Sunardi usai pertemuan, Rabu (4/5/2022). 

Heru menjelaskan pasar di luar pasar darurat yang dimaksud adalah sebagai lokasi tambahan untuk mereka memproduksi mebel. 

“Sudah kita cukupi berapapun kebutuhannya tadi. Seng dan kayu kita bantu. Tinggal nunggu inventarisasinya dan sudah sepakat sistem proporsional. Artinya nanti kebutuhannya berapa dengan barang yang ada nanti kita salurkan,” papar Heru.

Heru mengungkapan untuk penyebab kebakaran masih menunggu informasi dari kepolisian. 

“Karena yang punya kewenangan menyampaikan itu dari kepolisian. Yang jelas pasar sudah di police line dan kita tidak boleh beraktivitas di dalam area tersebut sampai tandanya dilepas,” tandasnya. 

Menurut Heru, sampai saat ini belum bisa mengitung berapa kerugian yang dialami oleh pedagang yang kiosnya terbakar. 

“Nanti pak lurah pasar yang akan pendekatan ke pedagang, mendata misalnya kemarin sebelum kebakaran punya stok kayu berapa, mebel apa yang belum dipindahkan, dihitung lagi,” terang Heru. 

Selain bantuan materiil berupa seng dan kayu untuk lokasi sementara produksi mebel, Heru menyebut Pemkot juga memberikan tambahan waktu pemindahan pedagang ke pasar darurat.

Rencananya para pedagang pasar mebel tersebut akan berpindah ke pasar darurat yang berada di bekas pasar darurat Pasar Legi pada 10 Mei 2022 nanti. 

“Kami juga sudah mengijinkan terkait karena dengan adanya bencana kebakaran ini mohon di undur waktunya. Sudah kami sepakati 7 hari tapi maksimal 10 hari. Diupayakan lebih cepat lebih baik. Kalau mau pindahan mulai dari saat ini bisa. Sudah kami siapkan mulai dari armada hingga tenaganya,” jelas Heru.  

Usai pertemuan dengan pedagang terdampak, Heru menyebut progres selanjutnya inventarisir kebutuhan barang seperti seng dan kayu. 

“Hari ini kita inventarisasi kebutuhan, mungkin besok-besok barang sudah bisa terkirim ke pasar darurat,” katanya. 

Salah seorang pedagang yang kiosnya ikut terbakar, Sidik Budi Santosa (62 tahun) menambahkan dari 25 kios yang terbakar 2 kios miliknya ikut ludes. 

“Di pasar darurat tidak boleh produksi berat. Sementara lokasi tempat produksi kami ludes terbakar. Jadi kami minta bantuan seng dan kayu di luar pasar darurat untuk tempat kami produksi,” jelas Sidik. 

Heru dan anaknya menjadi saksi mata pertama api mulai membesar. Namun ia tidak sempat memindahkan beberapa produk jadinya ke showroom yang berada di sebelah timur lokasi kejadian. 

“Paling tinggal 10 an barang seperti meja. Kalau total dari 25 kios ya bisa ratusan juta, tempat saya sendiri kalau kerugian mebel yang terbakar ya sekitar Rp 10 juta,” ujar Sidik.

Sidik mengaku pihaknya sudah merasa puas dan menerima hasil pertemuan dan solusi yang diberikan dari Pemkot Solo ini. 

“Sudah puas dengan bantuan dari pemerintah. Semoga bantuan seng dan kayu segera sampai di pasar darurat agar kami bisa produksi di sana,” pungkasnya.