SOLO, MettaNEWS – Dalam dua pekan terakhir, empat kebakaran terjadi di Solo. Kebakaran pertama melanda Pasar Mebel, yang terletak di Ngemplak, Gilingan pada Selasa, (3/5) lalu. Terjadi sehari setelah Hari Raya Lebaran 1443 H, setidaknya kebakaran ini telah menghabiskan 25 kios yang ada.
Hingga saat ini, Jumat (13/5) belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran, pada saat kejadian para pemilik kios mengaku sedang melakukan mudik lebaran.
Kebakaran yang bermula dari percikan api di salah satu kios tersebut semakin berkobar dan merembet ke kios lain karena adanya angin yang cukup besar.
Sebanyak 16 unit Pemadam Kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk memadamkan api. Tidak hanya mebel, bangunan semi permanen kios tersebut pun juga ludes terbakar.
Selang lima hari, kebakaran kembali terjadi di salah satu ruko area Pasar Gede, Solo tepatnya di toko Batik Unggul, Jalan RE Martadinata 17, Solo, Minggu (8/5) sekira pukul 15.00 WIB.

Kebakaran yang melanda dua lantai ruko ini telah membakar isi dari lantai dua halaman belakang. Ditempat yang digunakan untuk kamar dan gudang stok dagangan ini juga terdapat surat berharga dari pemilik ruko.
Kondisi ruko yang ditinggalkan pemiliknya ini membuat api yang ada tidak diketahui dengan cepat. Hingga salah seorang warga melihat asap dari ruko tersebut menghubungi nomer ruko. Tidak mendapat jawaban, saksi mata tersebut langsung menhubungi Damkar.
Pada saat proses pemadaman, kondisi yang pada saat itu hujan baru saja reda membuat empat petugas Damkar yang akan memadamkan api justru tersengat listrik. Hal ini lantaran listrik yang belum dimatikan dan terkena air hujan.
Sehari setelah kebakaran di Toko Batik Unggul, area Pasar Gede, kebakaran kembali terjadi di Sekolah Kristen Pelita Nusantara, Solo, Senin (9/5). Kebakaran yang disebabkan korsleting box panel listrik sekira pukul 16.00 WIB ini dengan cepat dapat ditangani Damkar dan Petugas Listrik Negara (PLN) Solo.

Terjadi di hari pertama aktivias sekolah usai libur lebaran, peristiwa kebakaran ini terjadi saat siswa usai berkegiatan di sekolah. Diketahui dengan cepat, api pun tak sampai membuat sekolah ini terbakar. Ledakan kecil pun sempat terdengar oleh salah seorang saksi mata yakni petugas Linmas yang sedang bertugas. Untuk menghindari adanya kebakaran, PLN pun mematikan listrik di area tersebut sempat mati dalam beberapa waktu.
Tak berhenti disitu, kebakaran kembali melanda di salah satu rumah warga di wilayah RT 3 RW 10 Kelurahan Kerten, Solo, Rabu (11/5). Menghanguskan dua lantai rumah, kebakaran ini membuat satu ibu hamil pingsan saat kejadian.

Selain itu, terdapat satu tempat penampungan rosok yang juga habis dilahap si jago merah. Setyo salah seorang pemilik rumah tersebut mengatakan panasnya cuaca di hari tersebut ditambah kencangnya angin membuat api membesat dengan sangat cepat.
Di hari yang sama, pada malam harinya kebakaran kembali terjadi di salah satu ruangan karaoke di lantai 3 Gravista, Sekarpace, di Jalan Ir Sutami Jebres, Solo, Rabu (11/5) sekira pukul 20.00 WIB.
Kebakaran yang melanda satu ruangan karaoke tersebut membuat kumpulan asap pekat melanda. Terdapat satu sofa yang telah rusak terbakar dan satu unit AC meleleh akibat kebakaran ini. Selain itu kebakaran ini juga menyebabkan TV LCD dan peredam suara yang ikut terbakar menyebabkan bau menyengat.
Kebakaran ini pertama kali diketahui saat salah seorang tamu melapor ke resepsionis karena mencium bau menyengat seperti barang yang terbakar. Setelah mengecek ke ruangan, pihak Gravista pun langsung menghubungi Damkar.
Tidak menggunakan air untuk proses pemadaman. Petugas Damkar yang datang pun langsung melakukan penyedotan asap yang menenuhi ruangan. Menggunakan alat berupa blower, proses penyedotan asap membutuhkan waktu selama 2 jam lamanya.










