Relokasi ke Pasar Darurat, Pemkot Solo Siapkan Armada untuk Pedagang Pasar Mebel Gilingan

oleh
Pasar Mebel Gilingan
Pedagang di Pasar Mebel Gilingan, Banjarsari, Solo, Rabu (18/5/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, Metta NEWS- Untuk membantu proses relokasi para pedagang Pasar Mebel Gilingan, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan sejumlah mobil. Bila sesuai jadwal, proses relokasi ini dilakukan hingga batas waktu pada Jumat (20/5/2022) pekan ini.

Maka dari itu, Pemkot Solo juga menyiapkan petugas yang siap membantu para pedagang untuk memindahkan barang dagangannya ke pasar darurat yang terletak di jalan DI Panjaitan Nomor 6 dan 14 Setabelan, Banjarsari, Solo.

Pasar ini merupakan bekas pasar darurat yang digunakan untuk relokasi sementara Pasar Legi.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi mengatakan sejauh ini beberapa pedagang sudah mulai melakukan pindahan. Namun disebutkan Heru, meskipun disediakan armada dari Pemkot, beberapa pedagang tetap memilih memindahkan barang sendiri, lantaran khawatir kurang berhati-hati saat proses pengangkutan.

Menanggapi hal ini, Pemkot Solo akan tetap menyiapkan mobil dan tenaga.

“Ini tadi beberapa pedagang sudah ke sini mau pindahan. Karena pedagang-pedagang yang datang kesini ingin mengangkut sendiri, khawatir kalau diangkat tenaga-tenaga dari Pemkot yang disiapkan takut rusak,” kata Heru saat ditemui di Dinas Perdagangan, Kamis (19/5/2022).

Heru menyebut armada ini berasal dari berbagai unsur seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kita siapkan mobil kalau mereka ada kesulitan terkait atas kendala mobil, Pemkot sudah kepeduliannya ada, termasuk tenaga sudah kami siapkan,” ucapnya.

Sedangkan untuk kios yang akan ditempati di pasar darurat nanti, pihaknya sudah melakukan penomoran kios sesuai kebutuhan pedagang.

“Ukuran kios sementara 3×4 meter, sudah dibagikan selesai. Pembagian proporsi dari jumlah yang ada kita bagi, ada yang mendapatkan dua, walaupun itu satu orang karena SHP itu atas nama anaknya misalnya,” terangnya.

Para pedagang mendapatkan pembagian sesuai dengan SHP. Sehingga jika memiliki lebih dari satu kios namun dengan nama berbeda, Pemkot memberikan penempatan kios yang sesuai jumlah kebutuhan.

Para pedagang pun juga diperbolehkan untuk melakukan produksi ringan di dalam kios yang berukuran 3×4 meter tersebut.

“Bisa dipakai produksi, tetapi produksi ringan,” imbuhnya.

Pihaknya juga berencana selama proses pemindahan akan menjadwalkan pertemuan pedagang Pasar Mebel Gilingan dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Senin (23/5/2022) mendatang.

“Tanggal 23 Mei pagi kami minta jadwal Pak Wali (Gibran Rakabuming Raka) untuk giat di situ,” ungkapnya.

Penempatan pasar darurat ini akan berjalan selama proses Industri Kecil Menengah (IKM) Mebel Gilingan selesai dibangun.

Sebagai informasi, IKM Mebel Gilingan dapat menampung 20 dari 85-an pedagang yang terkurasi. Sisanya, sejumlah pedagang yang gagal dalam kurasi akan menempati pasar baru di bekas Bong Mojo, Jebres, Solo.

Sementara itu, relokasi Pasar Mebel Gilingan semula dijadwalkan Selasa (10/5) lalu. Namun, rencana itu tertunda setelah Pasar Mebel Gilingan terbakar hingga menghanguskan 25 kios.