Pembangunan Museum Budaya, Sains dan Teknologi Bengawan Solo Dimulai, Tahir Targetkan 2 Tahun Rampung

Museum
Ground breaking pertama Museum Budaya, Sains dan Teknologi Bengawan Solo di Pedaringan, Jebres, Solo dimulai, Rabu (25/1/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Ground breaking atau peletakan batu pertama Museum Budaya, Sains dan Teknologi Bengawan Solo di Pedaringan, Jebres, Solo dimulai, Rabu (25/1/2023).

Ground breaking ini menandai dimulainya pembangunan museum buah kerjasama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dan Dato’ Sri Tahir Founder dan CEO Mayapada Group.

Dalam kesempatan ini, Gibran juga memamerkan 16 priorotas pembangunan di masa kepemimpinannya. Yang mana satu persatu bangunan tersebut telah rampung.

“Ini luar biasa sekali. Kalau kita tarik garis lurus dari Jalan Ahmad Yani misalnya dari sana sudah terlihat pembangunan yang akan kita kebut di Kota Solo,” kata Gibran.

Selanjutnya, Gibran menjesakan beberapa proyek yang berderet dengan museum ini. Mulai dari Lokananta, Balaikambang, Masjid Sheikh Zayed Al Nahyan, IKN mebel Gilingan, Solo Techno Park, hingga Solo Safari.

Gibran Minta Nama Museum Budaya, Sains dan Teknologi Bengawan Solo Ganti

Terkait museum hibah dari Tahir ini, Gibran mengatakan ada sedikit catatan dalam penamaan. Sebab menurutnya nama Museum Budaya Sains dan Teknologi Bengawan Solo terlalu panjang.

“Mungkin satu catatan saja, penamaan museum. Misalnya Taman Satwa Taru Jurug, kepanjang, jadi singkatan juga jelek. Saya orangnya pengennya simpel-simpel saja, solo safari misalnya,” katanya.

Ada pertimbangan dalam perubahan nama. Selain harus singkat, Gibran juga meminta agar tetap memiliki unsur Kota Solo. Seperti halnya Solo Techno Park dan Solo Safari.

“Ini nanti kita pikirkan lagi penamaannya kalau saya pengennya simpel dan tetap membawa branding Kota Solo,” katanya.

Sementara itu, Tahir mengatakan pembangunan Museum Budaya Sains dan Teknologi Bengawan Solo ditargetkan selesai dalam waktu 2 tahun.

Sedangkan enam bulan kedepan pihaknya akan mencari operator proyek terlebih dahulu.

“Target pembangunan tadi kami lapor ke Pak Wali tidak boleh lebih dari dua tahun.  Dalam 6 bulan ini kita akan pikirkan opurtirnya atau isi karena kan infrastrukturnya itu penting,” jelas Tahir.

Terkait permintaan Gibran menyoal nama museum yang harus ganti. Tahir menyerahkan sepenuhnya ke Gibran.

“Nama itu biar Pak Wali yang menentukan Pak Wali yang tahu. Dari saya nggak ada saran,” tukasnya.