Perumda Pedaringan Buka Kerja Sama Pengelola Museum Sains

oleh
oleh
Museum budaya
Salah satu spot Museum Budaya Sains dan Teknologi Bengawan Solo | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS –  Perumda Pedaringan Kota Surakarta tengah mencari pihak kedua sebagai pengelola Museum Budaya Sains dan Teknologi.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menyampaikan hal tersebut, usai bertemu pihak Perumda Pedaringan Kamis (2/2/2023) di Balai Kota Solo.

Museum sains menempati lahan milik Perumda Pedaringan seluas 4.8 hektare atau 48.000 meter persegi.

“Tadi kami membahas pemanfaatan aset Pedaringan, Perumdanya tetap. Jadi konsepnya kerja sama seperti Jurug itu lho,” ungkap Gibran.

Gibran menyebut sistem kerja sama pengelolaan museum sains akan tertuang pada MoU.

“Sebentar ya, kan masih baru banget tha. Tunggu dulu ya. Nanti tahu-tahu jadi gitu aja,” tukasnya.

Perumda Pedaringan Seleksi Pengelola dalam 6 Bulan

Gibran menargetkan dalam 6 bulan ini bisa mendapat pihak yang akan mengelola museum sains.

“Itu juga sudah kami bahas. Tenang saja, sudah ada calon-calon yang masuk. Pihak swasta,” terangnya.

Gibran mencontohkan nama-nama besar investor yang sudah mengelola beberapa proyek di Solo.

“Kalau saya seh pengin yang dari nama-nama besar. Yang sudah biasa mengelola kawasan museum atau wisata seperti itu. Pokoke konsep e seperti Solo Safari,” jelasnya.

Wali Kota muda ini juga menyampaikan pengelola dari swasta yang sudah berjalan saat ini.

“Solo Safari dengan Taman Safari, masjid Syekh Zayed dengan MBZ university.  Lokananta dengam Sarinah dan M Blok. Nama-nama besar semua kan. Ada beberapa nama yang sudah masuk. Tunggu saja kita mau yang terbaik,” ungkapnya.

Selain akan menarik investor dan meningkatkan kunjungan wisata, Gibran menyebut museum sains akan merekut banyak tenaga kerja.

“Lahan e seluas itu pasti butuh banyak SDM. Ratusan pekerja nanti itu,” katanya.

Keberadaan muesum, lanjut Gibran tidak akan menggangu fungsi dasar Perumda Pedaringan sebagai pergudangan dan multi usaha.

“Gudang bagian belakang kata pak direktur tadi akan ada pengembangan. Nanti juga akan  membangun gudang-gudang baru. Pedaringan tetap jalan sebagai perumda pergudangan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Keungan dan Aset Daerah Budi Murtopo menambahkan museum sains dibawah perumda Pedaringan.

“Secara keseluruhan berada dalam Perumda Pedaringan. Tapi kami buka unit usaha sendiri-sendiri. Rencana juga mau buat rice mill dan lainnya,” imbuh Budi.

Budi menjelaskan kerja sama dengan Tahir Foundation terkait pembangunan fisik museum.

“Pembangunan fisik sekitar 2 tahun. Kalau sudah selesai investor menghibahkan ke Perumda dan pengelolaan oleh BUMD Pedaringan. PR kita sekarang mencoba mencari pengelola yang profesional. Itu yang mungkin kita kerja samakan lagi,” pungkas Budi.