SOLO, MettaNEWS – Dinas Perhubungan Kota Solo melarang pejalan kaki melintasi Viaduk Gilingan di Jalan Ahmad Yani Banjarsari usai dibuka pada 8 Juli 2023. Sempat tutup selama 5 bulan sejak Februari, pengerjaan Viaduk Gilingan masih belum rampung 100 persen.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Taufiq Muhammad mengatakan belum adanya terowongan pedestrian menjadi alasan utama pejalan kaki dilarang melintasi viaduk tersebut.
“Untuk kondisi sekarang viaduk belum bisa digunakan untuk pejalan kaki. Karena fasilitas terowongan pedestrian belum jadi. Ini dibuka belum jadi final,” tutur Taufiq lewat sambungan telepon MettaNEWS, Kamis (13/7/2023).
Dinas Perhubungan juga telah memasang imbauan dan larangan di Viaduk Gilingan berbunyi BAGI PEJALAN KAKI PENGUNJUNG MASJID ZAYED DILARANG MELINTAS VIADUK, BERBAHAYA!!!.
“Ya memang nggak boleh (lewat Viaduk Gilingan) bukan peruntukan bagi pejalan kaki. Kan itu sudah kita pasang informasi juga tulisan besar untuk pejalan kaki dilarang melintas di situ,” terangnya.
Saat ini Viaduk Gilingan Solo telah dilewati kendaraan roda dua, roda empat hingga Batik Solo Trans (BST). Sedangkan kendaraan besar masih dilarang melintasi viaduk meski jalan sudah diturunkan menjadi 4,2 meter.
Taufiq menyebut pembangunan terowongan pedestrian khusus pejalan kaki masih menunggu pembongkaran rel lama dan dipindahkan ke elevated rail. Pihaknya menginformasikan pengerjaan terowongan pedestrian ini akan selesai sebelum akhir tahun 2023.
“Pembangunan fasilitas pejalan kaki masih nunggu rel eksisting dipindahkan di elevated rail. Terowongan pedesteriannya belum jadi harus nunggu rel eksistingnya itu nanti rel layang lama dibongkar setelah dibongkar rel baru rel layang itu yang terowongan pedestriannya itu baru diteruskan. Belum tahu kapan selesainya ya sebelum akhir tahun dari Dirjen Perkeretaapian,” jelas Taufiq.
Pihaknya meminta agar pejalan kaki tidak memaksakan diri melewati Viaduk Gilingan. Sebab masih ada pekerjaan proyek dengan menggunakan alat berat dan juga banyak kendaraan yang lalu lalang.
“Memang besok akan dibangun fasilitas tapi kan belum jadi sementara jangan dipaksakan jalan di situ berbahaya. Makanya kita pasang informasi di situ demi kesalamatan semuanya itu kan jalur cepat masa mau jalan kaki di sana nanti kalau terjadi apa-apa gimana,” kata dia.
Untuk menjaga keselamatan, Dinas Perhubungan telah menyiapkan shuttle bus untuk wisatawan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo agar lebih aman.
“Kalau yang bawa kendaraan bus monggo di terminal monggo di Pedaringan nanti ada fasilitas shuttle bus. Shuttle bus turunnya di terminal, Dinas Perhubungan kalau harus jaga 24 jam kan nggak mungkin kita tetap patroli tapi ya namanya pengunjung puluhan ribu dari berbagai kota,” ujarnya.
Pihaknya juga tak segan-segan menggembok kendaraan yang berhenti di area Viaduk Gilinga. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar kawasan Viaduk Gilingan tidak macet oleh pengunjung Masjid Zayed.
“Sudah digembok yang nekat parkir di kanan kiri Viaduk Gilingan menuju Masjid Zayed karena kan pengunjungnya banyak masih pada ngeyel petugas saya langsung ke sana untuk menata,” tandasnya.








