Peduli Gizi Buruk, PLN dan Bale Rakyat Bagikan Puluhan Paket Alat Pencegahan Stunting di Solo

oleh
oleh
Program PLN Peduli bekerja sama dengan Bale Rakyat Aria Bima sasar pencegahan stunting di Solo, Kamis (29/12/2022) | dok Bale Rakyat Aria Bima

SOLO, MettaNEWS – Peduli kasus gizi buruk yang masih terjadi di Solo, PT PLN (Persero) melalui program corporate social responsibility (CSR) (Program Peduli PLN) bekerjasama dengan Bale Rakyat Aria Bima, membagikan puluhan peralatan pendukung pencegahan stunting dan gizi buruk di Kota Solo. Pembagian dilakukan di Kampung Riwil, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo, Kamis (29/12/2022).

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Kartika Aria Bima mewakili Bale Rakyat Aria Bima didampingi Camat Banjarsari, Beni Supartono Putro, di Posyandu RT 3 RW 16 Kadipiro.

Camat Banjarsari, Beni Supartono Putro menjelaskan, berdasarkan data puskesmas, total ada 90 kasus stunting di wilayahnya.

“Dari jumlah tersebut, tertinggi ada di Kelurahan Gilingan. Sedangkan wilayah tanpa kasus ada di Kelurahan Timuran. Memang saat di lapangan ditemukan alat indikator atau penentu stunting kurang akurat. Bahkan beberapa posyandu belum memiliki,” katanya.

Beni juga sudah menyampaikan akan kebutuhan tersebut sebagai upaya preventif, mengetahui sejak dini anak yang terindikasi stunting.

“Alhamdulillah hari ini kami mendapat antropemetri kit, yang dibutuhkan posyandu. Ini akan kami bagikan ke kelurahan-kelurahan. Proporsional sesuai dengan jumlah posyandu yang ada di kelurahan,” kata Camat Beni.

Meskipun jumlah bantuan tersebut belum bisa mengcover 158  posyandu yang ada di wilayah Kecamatan Banjarsari, Beni akan mengupayakan penambahan peralatan pada tahun 2023 nanti.

“Tahun 2023 nanti akan kami upayakan memanfaatkan stakeholder eksternal dari pemerintahan untuk mengeluarkan CSR-nya ke arah sana,” tandasnya.

Staf Bale Rakyat Aria Bima, Heni Prihartoyo menjelaskan kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari kunjungan istri Aria Bima, Kartika ketika mengunjugi kasus bayi stunting 3 bulan lalu.

“Total ada 30 set antropemetri kit yang diserahkan dengan rincian sebanyak 20 set untuk Kecamatan Banjarsari dan 10 set untuk Kecamatan Pasarkliwon. Selain bantuan alat, Kartika Aria Bima juga sudah mendampingi 6 kasus bayi stunting, dan memberikan stimulan susu rutin,” jelas Heni.

Menurut Heni, satu set bantuan terdiri dari timbangan digital, timbangan digital bayi + ukur panjang, alat ukur kepala/wrish ruller, tensi digital onemed, pengukur panjang bayi dan pengukur tinggi badan atau statur meter.

Dengan bantuan tersebut diharapkan timbangan dan pengukuran lainnya bisa lebih akurat. Sehingga tidak muncul kesalahan dalam penentuan kasus stunting.

“Ketika bu Aria Bima berdiskusi dengan beberapa puskesmas, akhirnya muncul ide untuk pengadaan timbangan digital agar lebih akurat. Oleh bu Aria Bima disampaikan ke PLN Peduli,” pungkasnya.