Pasien Anak Gagal Ginjal di Solo, Gibran Perketat Pengawasan Peredaran Obat Sirop

oleh
oleh
Ginjal
Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo karantina 5 obat yang dilarang BPOM terkait kasus gagal ginjal akut atipikal, Senin (24/10/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming merespon keberadaan pasien anak gagal ginjal yang tengah menjalani perawatan di RSUD Moewardi Solo.

Gibran menyebut kondisi pasien anak tersebut saat ini semakin membaik.

“Itu belum bisa dibilang akut ya. Anaknya sedang kami monitor. Anaknya juga punya riwayat penyakit lain sebelumnya,” ujar Gibran di Balai Kota, Rabu (8/2/2023).

Gibran menyebut penyebab gagal ginjal anak berusia 10 tahun itu masih dalam penelusuran.

“Dan dugaannya anak tersebut mengonsumsi Proxion ya. Kemarin saya sudah menelepon tim advokasi untuk kemanusiaan. Intinya advokatnya berterima kasih karena anak tersebut sudah di monitor,” tutur Gibran.

Gibran mengungkapkan kondisi gagal ginjal anak tersebut belum akit. Saat ini pasien juga sudah menunjukan membaik kondisinya.

“Anaknya di Moewardi tapi sudah membaik. Biasa kan ya ibu kalau ada obat yang masih sisa tetap diminumkan. Awal-awal dulu istri saya juga begitu,” tandasnya.

Bahkan, lanjut Gibran, anaknya juga mengonsumsi obat sirop tersebut.

“Padahal anakku ngombe kui terus (minum itu terus). Jadi sebetulnya semua sudah ditarik. Nanti akan kita perketat lagi untuk pengawasan peredaran obat sirop di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu untuk masalah pembiayaan RSUD, Gibran mengatakan akan melihat perkembangan dari RSID terlebih dahulu.

Direktur RSUD Moewardi Cahyono Adi membenarkan bahwa Moewardi tengah merawat seorang pasien anak dengan kondisi gagal ginjal.

“Memang benar RSUD Moewardi merawat anak berinisial A usia 10 tahun dengan kondisi gagal ginjal. Hanya pasien tersebut sampai sekarang ini belum memenuhi kriteria sebagai gagal ginjal akut,” ungkap Cahyono.

Cahyono menjelaskan kronologi pasien tersebut masuk ke RSUD untuk menjalani perawatan.

“Pasien masuk pada 29 Januari 2023 dengan kondisi gagal napas, infeksi saluran kencing. Ada juga penurunan fungsi ginjal,” terang Cahyono.

Cahyono mengungkapkan kondisi anak tersebut saat ini mulai membaik.

“Dalam perjalanannya proses pengobatan anak membaik. Tanda-tanda pada penyakit GGAPA itu tidak ada pada pasien tersebut,” tuturnya.

Cahyono menerangkan GGAPA mempunyai gejala seperti peradangan ginjal dan gangguan pembekuan darah. Dan pasien ini menurut Cahyono tidak mengalami dua gejala tersebut.