JAKARTA, MettaNEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya industri jasa keuangan untuk memperkuat ketangguhan, sekaligus meningkatkan kontribusinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan program prioritas pemerintah.
“Kami mengajak seluruh pelaku industri jasa keuangan untuk meningkatkan ketangguhan, memperkuat komitmen, serta memberikan layanan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Bersama, kita bukan hanya bertahan, tapi juga memimpin perubahan,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam acara Dialog Akhir Tahun OJK dengan Industri Jasa Keuangan, Kamis (4/12) di Jakarta.
Mahendra menjelaskan, OJK telah menerbitkan sejumlah kebijakan yang memudahkan lembaga keuangan menyalurkan kredit dan pembiayaan, termasuk mendukung program pembangunan dan renovasi 3 juta rumah serta kemudahan akses UMKM terhadap pembiayaan.
OJK juga memberikan relaksasi bobot risiko untuk KPR dan menegaskan tidak ada ketentuan yang melarang pemberian kredit kepada debitur dengan kualitas non-lancar, terutama untuk nominal kecil.
Selain itu, OJK meluncurkan POJK 19/2025 yang mengatur kewajiban perbankan dan industri keuangan non-bank untuk meningkatkan pembiayaan bagi UMKM.
“Ke depan, kami akan melakukan pengawasan terhadap rencana bisnis bank untuk memastikan komitmen peningkatan kemudahan akses UMKM terlaksana,” tambah Mahendra.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara, mengapresiasi partisipasi pelaku industri jasa keuangan yang memberikan masukan dalam dialog ini.
“Sesi seperti ini penting untuk menerima masukan yang dapat kami evaluasi dan tindaklanjuti,” tuturnya.
Dialog Akhir Tahun OJK digelar selama dua hari, 4–5 Desember 2025, dengan pembahasan per bidang. Hari pertama fokus pada Perbankan serta Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP).
Hari kedua membahas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, Bursa Karbon, Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto. Diskusi juga mencakup pengawasan perilaku pelaku usaha, edukasi dan perlindungan konsumen, serta penguatan tata kelola.
OJK berharap melalui sinergi dengan pelaku industri jasa keuangan, sektor ini dapat semakin tangguh, berkelanjutan, dan memberi layanan yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus mendukung percepatan program pemerintah dan pemberdayaan UMKM.







