ISETH 2025 UMS Bahas Isu Interdisipliner untuk Memperkuat Penelitian Global, 33 Negara Berpartisipasi

oleh
oleh
ISETH 2025 UMS Angkat Isu Interdisipliner untuk Masa Depan Penelitian Global | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan reputasinya di kancah akademik internasional melalui penyelenggaraan International Summit on Science, Technology, and Humanities (ISETH) 2025. Tahun ini ISETH mengangkat tema “Strategic Roles of University and Academia in Supporting Country Development”.

Acara dibuka oleh Rektor UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, M.Hum., pada Rabu (10/12/2025) di Ruang Seminar lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS.

Dalam sambutan pembukaannya, Rektor Harun menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya forum akademik yang dihadiri peserta dari 33 negara, termasuk Australia, Belanda, Jepang, Malaysia, Turki, Singapura, Ghana, India, Pakistan, Inggris, dan negara-negara lain di Afrika, Eropa, serta Oceania.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam perkembangan sains, teknologi, dan humaniora, sekaligus memaparkan capaian global UMS, seperti keterlibatan dalam THE World University Rankings 2026, raihan 7 Stars QS Rating, dan peningkatan kontribusi penelitian.

“UMS berkomitmen menjadi World Class University pada 2029 dengan memperluas kolaborasi internasional, meningkatkan publikasi, riset, dan pengabdian masyarakat,” kata Rektor Harun.

Ia juga menambahkan, dari total anggaran UMS sekitar Rp1 triliun, hampir 15 persen dialokasikan untuk penelitian dan pengabdian masyarakat, mencakup pengembangan teknologi, publikasi ilmiah, dan program pemberdayaan masyarakat.

Ketua Panitia ISETH 2025, Prof. Ir. Sarjito, M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa konferensi tahun ini menghadirkan 17 sub-konferensi lintas disiplin, mulai dari engineering, sains, pendidikan, kesehatan, psikologi, hukum, hingga studi Islam.

Sebanyak 865 paper dipresentasikan dalam seluruh sesi, menjadikan ISETH sebagai ruang kolaborasi interdisipliner bagi ilmuwan, pendidik, peneliti sosial, dan inovator.

“Partisipasi peserta internasional menunjukkan meningkatnya visibilitas akademik UMS di tingkat global,” tambah Sarjito.

Acara ini menghadirkan pembicara utama dari berbagai institusi, antara lain Prof. Dr. Mohd Azizuddin Mohd Sani (Universiti Utara Malaysia), Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi), dan Prof. Bambang Setiaji (Majelis Diktilitbang Muhammadiyah).

Dengan hadirnya akademisi global dan sajian riset terbaru, ISETH 2025 diharapkan dapat memperkuat jejaring kolaborasi internasional serta membuka peluang penelitian baru yang berdampak luas bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.