SOLO, MettaNEWS — Suasana ngabuburit di Kota Solo diisi dengan kegiatan kreatif dan inspiratif melalui workshop merangkai hand bouquet dari pita yang digelar di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta, Jumat (13/3).
Kegiatan bertajuk “Ngabuburit Kreatif” ini diikuti puluhan perempuan dari 5 kecamatan dengan tujuan meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani yang hadir dalam kegiatan tersebut menekankan bahwa bunga merupakan simbol keindahan universal yang dapat menjadi inspirasi bagi perempuan untuk terus berkarya dan percaya diri.
“Bunga adalah lambang keindahan yang diciptakan Tuhan. Tidak ada bunga yang jelek, semuanya indah dengan bentuk, warna, dan aroma yang berbeda-beda. Begitu juga dengan perempuan, setiap perempuan memiliki keunikan dan kecantikannya masing-masing,” ujar Astrid di hadapan para peserta.
Menurutnya, merangkai bunga tidak sekadar menjadi keterampilan seni, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi jika dikelola secara kreatif. Ia berharap pelatihan tersebut dapat memberikan bekal bagi para peserta untuk meningkatkan nilai jual dari produk yang dihasilkan.
“Bunga yang mungkin hanya kita lihat di pinggir jalan, ketika dirangkai dengan kreativitas bisa memiliki nilai ekonomi berkali-kali lipat. Karena itu saya berharap pelatihan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin agar ke depan bisa menjadi sumber penghasilan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Astrid juga mengingatkan pentingnya peran perempuan sebagai pilar keluarga, termasuk dalam mendukung terwujudnya Kota Solo sebagai kota layak anak.
Ia mengajak para ibu untuk terus menjaga ketahanan keluarga serta memperhatikan kesehatan fisik dan mental anak-anak.
Ketua Forum Perempuan Berdaya Kota Surakarta Ray Febri Hapsari Dipakusumo menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan program rutin bulanan yang digelar bersama berbagai mitra, di antaranya DP3AP2KB Pemkot Surakarta, Rotary Club Solo Raya, Kadin Kota Surakarta, dan FHD Motivation.
Ia mengatakan forum yang baru berjalan belum ada satu tahun ini berfokus pada pemberdayaan perempuan. Terutama perempuan rentan dan perempuan kepala keluarga, agar mampu mengembangkan potensi diri sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Kegiatan hari ini adalah workshop hand bouquet dari pita. Kami berharap pelatihan ini bisa memberikan wawasan baru bagi perempuan rentan dari lima kecamatan di Solo agar mampu memberdayakan diri dan menghasilkan produk bernilai ekonomi,” jelasnya.
Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka diajarkan cara membuat rangkaian bunga dari pita yang bisa digunakan sebagai hadiah untuk berbagai acara seperti wisuda, ulang tahun, hingga momen apresiasi lainnya.
Menurut Febri, usaha hand bouquet memiliki peluang pasar yang cukup besar dengan margin keuntungan yang dapat mencapai lebih dari 50 persen.
“Modelnya tidak mahal, bisa dikerjakan dari rumah sambil mengurus keluarga, tetapi memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk menambah penghasilan keluarga,” tambahnya.
Dalam kegiatan itu, para peserta juga mendapatkan bantuan peralatan awal serta bingkisan sembako dari Rotary Club Solo Raya untuk mendukung mereka memulai usaha kecil berbasis kerajinan.
Perwakilan Rotary Club Solo Raya KGPH. Dipokusumo menilai kegiatan tersebut sangat positif karena mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan perempuan.
“Merangkai bunga ini bukan sekadar kegiatan kreatif, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang besar. Jika ditekuni dengan baik, ini bisa menjadi peluang usaha UMKM yang menjanjikan,” ujarnya.
Ke depan, hasil karya para peserta akan dievaluasi dan direncanakan untuk dilombakan. Peserta dengan hasil terbaik berkesempatan mendapatkan pendampingan lebih lanjut agar dapat mengembangkan usaha dan masuk ke dalam jaringan UMKM binaan.
Melalui kegiatan tersebut, Forum Perempuan Berdaya berharap semakin banyak perempuan di Kota Solo yang mampu mandiri secara ekonomi sekaligus saling mendukung dalam membangun komunitas yang kuat dan produktif.








