Nekat Berkerumun di Spot Lampion, Tim Gabungan Siapkan Swab di Tempat

oleh
oleh
lampion pasar gede
Lampion di jembatan Pasar Gede sudah terpasang sejak Minggu (23/01/2022) malam | Metta News / Puspita

SOLO, Metta NEWS – Antisipasi kerumunan di beberapa titik spot lampion, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo menyiagakan tim gabungan untuk memantau dan mengawasi masyarakat yang dimungkinkan akan memadati lokasi lampion tersebut. 

Dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (25/01/2022) Kepala Satpol PP Surakarta, Arif Darmawan menjelaskan mulai besok (Rabu) akan dilakukan operasi gabungan untuk memantau lokasi-lokasi yang mungkin dipadati masyarakat yang ingin menonton lampion. 

“Lampion kan sudah terpasang ya kita lihat dulu situasinya. Di SE Wali Kota memang diperlonggar kegiatan-kegiatan di tempat publik, hanya harus menjaga prokes dan tidak terjadi kerumunan, nanti kita lihat,” ujar Arif. 

Pihaknya melihat pemasangan lampion tahun ini tidak sebanyak tahun sebelumnya sehingga diharapkan tidak terjadi kerumunan massa seperti saat sebelum pandemi. 

“Tentu kita terjunkan tim ke sana, nanti kalau memang kerumunan sampai berjubel seperti dulu ya kita urai,” kata Arif. 

Namun, Arif menegaskan bila terjadi kerumunan di luar batas toleransi dan tidak bisa diurai, pihaknya akan mengambil langkah tegas yakni swab di tempat. 

“Kalau memang kerumunan semakin besar dan tidak bisa diurai, warganya ngeyel ya kami akan langsung sampling swab on the spot. Kita kan punya team gabungan termasuk dari dinkes dan rumah sakit TNI Polri,” tegas Arif. 

Sementara ini lanjut Arif, Satpol PP menyiagakan 1 team mobil praja yang akan berkeliling dan memantau titik-titik yang dimungkinkan terjadi kerumunan massa. 

“Kami standby di lapangan, sementara ini 1 team mobil praja dengan sirine dan rutin menghimbau agar jaga jarak dan prokes. Kalau foto lepas masker jangan lama-lama karena masker itu yang paling dominan untuk menjaga dari virus omicron,” tandasnya. 

Dengan absennya Grebeg Sudiro pada perayaan Imlek tahun ini, pihaknya berharap tidak terjadi puncak keramaian. 

“Status darurat belum dicabut oleh Presiden, jadi maksimal jam 22.00 kita urai, harus meninggalkan tempat. Jadi maksimal jam 10 malam kalau tidak ada kepentingan mendesak ya harus pulang ke rumah,” ungkap Arif. 

Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming, meminta masyarakat yang ingin berswafoto untuk tetap menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan. 

“Ya, namanya perputaran ekonomi enggak boleh berhenti di tengah pandemi seperti ini. Imlek sudah 2 tahun tidak dirayakan, yang penting protokol kesehatannya ketat. Pemasangan lampion ini harapannya, agar acara Imleknya tidak sampai hilang, Imlek tetap ada gregetnya,” kata Gibran.