Imlek Semakin Dekat, Penjualan Buah Impor Naik Tajam

oleh
oleh
Buah-buahan yang dijual di Pasar Gede Solo | MettaNews/KKLUnivet

SOLO, Metta NEWS – Sepekan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek penjualan buah import Pasar Gede semakin mengalami kenaikan. Bahkan penjualan buah buahan tersebut naik sejak dua pekan lalu.

Pemilik toko Sari Buah di Pasar Gede sekaligus Ketua Pedagang Pasar Tradisional Solo, Jumadi mengaku penjualan buah naik  sebanyak 60%. Dibandingkan dengan tahun kemarin yang mampu menjual sebanyak 5 sampai 6 ribu, untuk saat ini mampu mencapai 9 ribu karton buah.

“Kenaikan kan kemarin dimarketing kami itu kan kenaikan padahal ini kan baru dua minggu masih waktu tanggal satu itu,” tutur Jumadi, ketika ditemui di Toko Sari Buah Pasar Gede, Selasa (25/01/2022).

Peningkatan jumlah pembelian terjadi yakni pada hari biasa pelanggan membeli dua karton untuk saat ini bisa membeli empat hingga lima karton. Bahkan bagi pelanggan yang biasanya membeli lima karton bertambah menjadi sepuluh karton.

Sebanyak 52 item buah impor menjadi jenis yang paling diminati oleh masyarakat menjelang imlek.  Untuk buah lokal dengan jumlah 76 unit justru mengalami penurunan peminat.

Berbanding terbalik dengan buah impor, Jumadi mengaku daya beli buah lokal turun sampai 60%. Sehingga jumlah pembeli buah lokal hanya 40% saja. Buah impor seperti jeruk, apel, pir dengan identitas imlek menjadi jenis yang paling diburu masyarakat ketika menjelang imlek.

Jamal menyebut pembelian buah menjelang Imlek tidak hanya sebagai konsumsi pribadi melainkandiberikan untuk saudara, keluarga, relasi atau kolega pelanggan.

Sejak awal januari setelah tahun baru, menurut Jamal banyak pelanggan yang sudah menyicil untuk membeli buah buahan sebagai pemberian Imlek.

“Jadi gini habis tahun baru pelanggan sudah memikirkan imlek setelah natal dan tahun baru. Jadi langsung nyicil ngasih ke saudaranya, kepada orang tuanya, kepada koleganya, kepada langganannya,” ujar Jumadi.

Bagi Jumadi yang sudah mengetahui kapan waktu pelanggan akan mencari buah buahan mengaku pada pertengahan Desember ia sudah membeli stock dari importir. Pada saat ini persediaan yang tokonya miliki 10 ribu karton yang masih belum habis. Ia memperkirakan pada perayaan Imlek pada Selasa 1 Februari mendatang persediaannya akan terjual sebanyak 9.600 karton. Namun semenjak covid, ia lebih berhati hati dalam menyediakan persediaan.

“Ketika dibutuhkan saya ambil. Saya sudah kerjasama dengan importir. Saya beli sekian ribu karton tapi belum saya ambil. Ketika mulai diserap mulai saya suruh importir kesini. Jadi sebelum covid itu sekitar tahun 2018 itu 9000 an. Terus covid sampai dengan 6.000. terus ini covid mulai saya sedia 10.000 tapi ini belum saya ambil semua. Jadi laku sekitar 7.000 saya perkirakan sampai tanggal 1 nanti ya habis 9.500 an karton. Produksi dari sana saya kontrak 10.000.” ungkap Jumadi.

Selain imlek, tokonya menjadi pemasok untuk kegiatan sembahyang di Klenteng yang berkerjasama  sebelum tahun  2000.

Tidak adaperbedaan dalam harga karena sudah sesuai dengan keadaan pasar. Jika permintaan naik maka harga tinggi. Begitu pun jika permintaan turun harga juga turun. Sehingga hanya menyesuaikan permintaan.

Untuk saat ini permintaan mengalami kenaikan sehingga harga pun tinggi. Menurut Jumadi,  ia tidak bermain harga jual mahal. Dengan  berprinsip harus jual lebih ekonomis dari barang terbaik. (Mg4)