SOLO, MettaNEWS – Masjid Raya Fatimah yang terletak di Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan Solo menyelenggarakan beragam kegiatan selama bulan suci Ramadan.
Beragam kegiatan ini dapat menjadi alternatif di kala menunggu waktu berbuka puasa. Tak tanggung-tanggung, tempat ibadah yang tersohor dengan sebutan Masjid Pengantin ini rupanya miliki kegiatan seharian penuh.
Koordinator Kegiatan Ramadan Masjid Fatimah, Mulawarman menuturkan kegiatan Ramadan 1444 Hijriah lebih semarak ketimbang tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah pada bulan Ramadan ini kita upayakan Masjid Fatimah semakin semarak bandingkan tahun-tahun yang lalu. Banyak jamaah yang datang di sini tentunya harus kita imbangi dengan berbagai kegiatan ya,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Seksi Kerohanian dan Peribadatan Masjid Fatimah.
Lalu ada kegiatan apa saja di Masjid Fatimah? Berikut ulasannya.
Kajian Ramadan Ba’da Subuh
Setelah melaksanakan salat subuh berjamaah, Masjid Fatimah menggelar kajian ba’da (setelah) salat subuh. Kajian ini berlangsung belasan hingga puluhan menit.
“Dari pagi sekali subuh, salat subuh berjamaah. Habis salat subuh berjamaah kemudian kami lanjutkan dengan dzikir. Kemudian ada kajian ba’da subuh. Kajian ba’da subuh tidak lama, kurang lebih sekitar 15-20 menit,” ujar Mulamarwan.
Tahsin Al Qur’an
Selepas salat asar hingga menjelang maghrib, jemaah Masjid Fatimah bisa mengikuti kegiatan belajar atau tahsin Al Qur’an. Kegiatan belajar kitab suci umat Islam berlangsung dengan guru ngaji pilihan dari Pendidikan Tahsin Qur’an (PTQ) Fatimah.
“Kemudian sore hari, ketika menjelang berbuka puasa jemaah bisa mengikuti kegiatan belajar Alquran. Belajar membaca Alquran atau tahsin secara benar kurang lebih setengah jam,” ujar Mulawarman.
Membaca Al Qur’an dengan benar merupakan kunci bagi umat Islam dalam menjalankan kewajiban serta larangan Allah SWT. Sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan membaca Al Qur’an hukumnya wajib.
“Karena memang kalau ditanyakan kepada masyarakat, terutama yang beragama Islam tentunya bisa membaca Alquran. Terutama dari PTQ Pendidikan Tahsin Qur’an itu bagaimana masyarakat umat Islam bisa membaca Alquran secara benar. Karena itu kuncinya,” imbuh dia.
Buka Bersama
Setelah tashin, jemaah dapat mengikuti buka bersama. Masjid Fatimah secara khusus menyediakan 200 porsi menu berbuka. Menu ini terdiri dari nasi, lauk, kurma, takjil dan minuman seperti teh hangat.
“Setelah kegiatan tahsin kemudian dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama. Itu begitu azan maghrib tiba, kita semua membatalkan puasa dengan meneguk teh hangat dan kurma, dilanjutkan salat Maghrib berjamaah,” terang Mulawarman.
Dua yang berisi menu berbuka puasa ini juga dibagikan Masjid Fatimah ke warga yang berada di sekitaran masjid.
“Setelah salat kita bagikan makanan kepada jemaah. Tidak hanya jemaah aja sebetulnya, ada tukang parkir ikut, ada tunawisma atau gelandangan kita bagikan makanan berupa makanan nasi dus gitu ya,” ujarnya.
200 pak nasi senilai Rp 2 juta ini bersumber dari donasi jemaah Masjid Fatimah. Masjid Fatimah secara terbuka mengizinkan siapa saja yang bermaksud menjadi donatur dalam buka bersama ini.
“Dana berbuka bersama ari jamaah juga, dari jamaah untuk jamaah, dari umat Islam. Siapapun boleh, mudah-mudahan mereka yang memberikan, membagikan, ikut membagikan nasi makanan berbuka puasa itu mendapatkan balasan dari Allah,” tutur Mulawarman.
“Karena setiap pemberian kita untuk buka puasa, kita akan mendapatkan pahala yang sama tanpa mengurangi pahala yang yang diberi makan,” imbuhnya.
Kuliah Tujuh Menit
Setelah berbuka bersama dan salat isya, kegiatan berlanjut ke kuliah tujuh menit (kultum) bersama ustaz pilihan. Tak seperti namanya, kultum ini berlangsung selama puluhan menit.
“Kemudian setelah buka puasa bersama selesai, kita menunggu saatnya salat isya. Salat isya berjamaah dilanjutkan dengan kultum, kuliah tujuh menit. Sebetulnya ya bukan 7 menit, bisa setengah jam itu nanti,” terangnya.
“Itu dari ustaz-ustadz yang kita pilih. Insyaallah luar biasa semua, baik imam maupun mubaliknya. Mereka adalah yang sudah kita kenal semua, luar biasa semua,” kata Mulawarman.
Tadarus
Setelah salat tarawih, Masjid Fatimah menggelar kegiatan tadarus. Tadarus atau membaca Al-Qur’an merupakan kegiatan yang dianjurkan bagi umat muslim. Tadarus Al-Quran adalah sebuah kegiatan membaca, mempelajari, memahami, dan mengkaji secara bersama-sama.
“Kemudian setelah selesai rangkaian salat isya dan tarawih, dilanjutkan dengan tadarus. Itu banyak juga jamaah yang membaca Alquran seperti ini. Kemudian ee banyak yang belajar juga. Kita sediakan. Nah itu semua itu gratis, enggak ada biaya,” tukasnya








