SOLO, MettaNEWS – Haul Habib Ali Bin Muhammad Al-Habsyi akan Kembali digelar tahun ini. Bertempat di masjid yang ia bangun, Masjid Riyadh, Pasar Kliwon Solo, peringatan wafatnya Habib Ali Bin Muhammad Al-Habsyi yang ke-111 ini diadakan selama 3 hari, 12-15 November 2022.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, haul Habib Ali Bin Muhammad Al-Habsyi ini diprediksi bakal didatangi ribuan umat islam dari segala penjuru. Diperkirakan pula di tanggal 12 November puluhan ribu umat Islam tersebut akan memadati sekitar lokasi haul di Jalan Kapten Mulyani, Pasar Kliwon. Lalu siapakah sosok Habib Ali Bin Muhammad Al-Habsyi ini?.
Profil Habib Ali Bin Muhammad Al-Habsyi
Berdasarkan informasi yang dihimpun laduni.id (layanan dokumentasi ulama dan keislaman), Habib Ali lahir di desa Qasam – Hadhromaut Yaman, suatu desa yang dinisbatkan kepada Sayyidina Ali bi Alwi Khali’ Qasam (529 H). Beliau lahir di desa itu pada hari Jumat 24 Syawal 1259 H/ 18 Nov 1843M.
Habib Ali lahir dari pasangan Al Imam Al ‘Arif Billah Al Habib Muhammad bin Husein Alhabsyi dan Hababah Alawiyah binti Husein Al Hadi Al Jufri. Ayahnya adalah seorang da’i yang membaktikan seluruh usianya untuk belajar dan mengajar, beribadah dan berdakwah ke berbagai kota dan pelosok desa.
Sedangkan sang ibunda merupakan seorang da’iyah ilallah, seorang yang terkenal sangat sholehah dan bijaksana, senang mengajar dan berdakwah. Al-Habib Alwi bin Ali Al- Habsyi merupakan pendiri Masjid “Riyadh” di Kota Solo (Surakarta). Dia dikenal sebagai peribadi yang amat luhur budi pekertinya, lemah-lembut, sopan- santun, serta ramah-tamah terhadap siapa pun terutama kaum yang lemah, fakir miskin, yatim piatu dan sebagainya. Rumah kediamannya selalu terbuka bagi para tamu dari berbagai golongan dan tidak pernah sepi dari pengajian dan pertemuan- pertemuan keagamaan.
Nasab
Adapun nasab atau pertalian kekeluargaan berdasarkan hubungan darah yang dimiliki Habib Ali adalah Al ‘Allamah Al Habib Ali bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Syekh bin Abdullah bin Muhammad bin Husein bin Ahmad Shahib Syi’ib bin Muhammad Asghar bin Alwi bin Abubakar Alhabsyi bin Ali bin Ahmad bin Muhammad ‘Asadullah bin Hasan At Turobi bin Ali bin Alfaqihil Muqoddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin ‘Ubaidillah bin Almuhajir Ahmad bin Isa bin Muhammad An Naqib bin Ali Al Uraidhi bin Ja’far As Shadiq bin Muhammad Albaqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Fathimah Az Zahra binti Rasulullah Muhammad SAW.
Pendidikan
Habib Ali Alhabsyi tumbuh dalam di bawah asuhan dan pengawasan kedua orangtuanya, hingga ketika mencapai usia tamyiz, jiwanya telah dipenuhi oleh cahaya Qur’an. Pada umur 11 tahun, selain telah hafal Alqur’an beliau juga telah hafal kitab al Irsyad, Alfiyah ibnu Malik, dan lainnya. Dan pada umur 17 tahun beliau belajar ke Mekah mengikuti ayahanda beliau Habib Muhammad Alhabsyi selama 2 tahun. Beliau menguasai ilmu-ilmu zahir dan batin sebelum mencapai usia yang biasanya diperlukan untuk itu.
Wafat
Habib Ali wafat pada waktu subuh hari Rabu 21 Dzulhijjah 1281 H/ 17 Mei 1865 M, lalu dikebumikan di Ma’lah di Hauthah Al Ba’alawi Mekkah. Kedudukan beliau sebagai mufti kemudian digantikan oleh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. Wafat pada waktu subuh hari Rabu 21 Dzulhijjah 1281 H/ 17 Mei 1865 M atau 13 Oktober 1968, lalu dikebumikan di Ma’lah di Hauthah Al Ba’alawi Mekkah. Kedudukan beliau sebagai mufti kemudian digantikan oleh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan.









