Melepas Kerinduan Setelah Absen Dua Tahun, Masjid Darussalam Kembali Bagikan Bubur Samin

oleh
Bubur Samin Banjar
Pengurus Masjid Darussalam Jayengan Solo mengaduk Bubur Samin Banjar untuk dibagikan, Minggu (3/4/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Bagi wong Solo tak lengkap rasanya bulan Ramadan tanpa menikmati sajian khas bubur Samin Banjar yang ada di Masjid Darussalam Jayengan. Sajian bubur Samin ini untuk pertama kalinya kembali dibagikan di hari pertama puasa Ramadan 1443 Hijriah setelah dua tahun absen, Minggu (3/4). Melepas kerinduan cita rasa bumbu yang khas dari rempah-rempah racikan Banjar, Kalimantan membuat masyarakat yang tidak hanya dari Solo saja rela untuk antre.

Masyarakat khususnya yang berada di Solo bisa merasakan keberkahan bubur yang sudah eksis sejak 1965. Berjalan selama 57 tahun lamanya, tradisi pembagian bubur Banjar sempat terhenti selama wabah Covid-19 melanda. Hal ini pun membuat penggemarnya menanti-nantikan kehadirannya kembali. Tradisi yang diteruskan oleh generasi ke 5 dari keturunan warga Banjar Kalimantan yang berada di Solo ini akan digelar kembali selama bulan Ramadan.

Dibuka mulai pukul 16.00 WIB, bubur ini dibagikan kepada masyarakat umum sebanyak 1000 porsi. Lalu untuk warga sekitar Jayengan disiapkan sebanyak 300 porsi yang akan dinikmati sebagai takjil berbuka puasa bersama di Masjid Darussalam. Sehingga total ada 1300 porsi bubur Samin Banjar yang bisa dinikmati.

Ketua Takmir Masjid Darussalam, H.M. Rosyidi Muhdhor menyebut bubur Samin Banjar merupakan warisan leluhur yang pada awalnya hanya dibagikan untuk warga Jayengan saat berbuka puasa. Dengan menyajikan berbagai masakan seperti masakan Habang, Masakan Kuning, Soto Banjar dan Bubur Banjar Samin. Hingga pada 1965, Bubur Banjar Samin ditetapkan sebagai satu-satunya makanan khas yang akan dinikmati di Masjid Darussalam Jayengan saat berbuka puasa.

“Pada tahun 1985 para pendahulu melakukan ikrar akan membagikan bubur Samin Banjar. Dengan niat berdarsarkan Hadits Nabi Muhammad Shalallahu Aaihi Wa Sallam yang menyebut bahwa barang siapa yang memberi buka orang yang berpuasa maka pahalanya seperti orang yang berpuasa dengan tidak mengurangi pahala. Dan juga untuk ukhuwah islamiah antarumat Islam. Semoga pembagian ini bisa terus berlanjut hingga anak cucu,” tutur Rosyidi saat ditemui di Masjid Rarussalam.

Diungkapkan Rosyidi, sebanyak 15 kilogram Bubur Samin Banjar ini dibagikan ke masyarakat umum secara meluas sejak 1985. Hingga pada tahun 2018 jumlah bubur Banjar Samin yang dibagikan bertambah yakni sebanyak 45 kilogram yang dibagikan setiap hari di bulan Ramadan.

Rosyidi menyebut keistimewaan Bubur Samin Banjar membuat peminatnya sangatlah banyak. Bubur Samin Banjar memiliki ciri khas rasa seperti adanya bumbu pedas yang sangat enak dinikmati saat masih panas. Terbuat dari bahan pokok berupa beras, sayur hijau, daging tetelan dan minyak samin sebagai ciri khas masakan Banjar.Tidak hanya warga muslim yang datang untuk mengantre, warga non muslim pun turut serta dalam antrean panjang pembagian Bubur Samin Banjar.

Dimasak sejak pukul 13.00 WIB, dibutuhkan 8 pengaduk laki-laki yang untuk mengaduk Bubur Samin Banjar ini selama 2 jam. Dalam proses pembuatannya bubur diaduk hingga berasnya hancur menjadi bubur. Saat proses tersebut sesekali ditambahkan air mendidih agar proses pengadukan semakin mudah. Bubur yang sudah matang akan memiliki ciri-ciri mengeluarkan gelembung karena sudah mendidih.

Sebelum bubur dibagikan, terdapat sesi pembacaan doa yang dilakukan Takmir Masjid Darussalam pada pukul 15.30 WIB. Lalu setelahnya bubur dibagikan ke para warga yang berdatangan dengan membawa tempat makan. Proses pembagian ini berjalan dengan membatasi antrean, warga yang datang lebih dari pukul 16.00 WIB pun harus rela antre di luar masjid karena panitia memebatasi sementara antrean agar tidak terjadi kerumunan berlebih.