SEMARANG, MettaNEWS – Usia muda bukan penghalang bagi Nazriel Ilham Susanto untuk tampil menentukan di panggung olahraga sepak bola tingkat provinsi. Pemain yang masih duduk di kelas IX SMP itu menjadi pahlawan Kota Surakarta setelah mencetak dua gol saat menghadapi Kabupaten Karanganyar pada semifinal sepak bola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026, Senin (26/10/2026).
Berkat kontribusi Ilham, Surakarta mampu bangkit dari ketertinggalan dua gol pada babak pertama dan memaksakan hasil imbang 2-2 hingga waktu normal berakhir. Kota Bengawan kemudian memastikan tiket final setelah memenangi adu penalti dengan skor 3-1.
Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Kick-off Arena POJ Semarang itu menjadi panggung bagi Ilham untuk menunjukkan kualitasnya. Masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua, pemain kelahiran 2011 tersebut mampu mengubah jalannya pertandingan lewat dua gol yang dicetaknya.
Usai pertandingan, Ilham mengaku terharu bisa memberikan kontribusi besar bagi tim sekaligus membantu Surakarta melangkah ke partai puncak.
“Sangat terharu sekali dengan Kota Solo. Saya bisa mencetak dua gol dan kami juga bisa memenangkan pertandingan lewat adu penalti hari ini,” ungkap Ilham kepada tim media KONI Surakarta.
Pemain Termuda yang Jadi Pembeda
Pelatih tim sepak bola Surakarta, Rianto Ardi Nugroho, mengungkapkan bahwa Ilham merupakan pemain termuda dalam skuad. Meski masih berstatus siswa kelas IX di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Surakarta, ia dinilai memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan untuk membantu tim dalam situasi pertandingan yang sulit.
Kecepatan dan keterampilan individu menjadi pertimbangan tim pelatih saat memasukkan Ilham pada babak kedua. Keputusan tersebut terbukti efektif ketika Surakarta membutuhkan tambahan daya gedor untuk mengejar ketertinggalan.
“Ilham ini yang paling muda di sini. Dia masih kelahiran 2011 dan berstatus siswa kelas III SMP di SKO. Dia memang punya keterampilan dan kecepatan, jadi dalam kondisi seperti ini kami manfaatkan kemampuan yang dia punya,” kata Rianto.
Kepercayaan yang diberikan pelatih dijawab Ilham dengan penampilan impresif. Dua golnya membawa Surakarta kembali ke dalam persaingan dan menjaga peluang tim hingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Kemenangan tersebut sekaligus memastikan langkah Surakarta ke final Porprov Jateng XVII/2026. Hasil ini menjadi modal penting bagi tim untuk menghadapi pertandingan penentuan perebutan medali emas.
Evaluasi Lini Tengah, Bidik Emas di Final
Meski tampil sebagai salah satu pemain kunci dalam semifinal, Ilham tidak ingin timnya terlena dengan keberhasilan tersebut. Ia menilai masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu diperbaiki, terutama koordinasi dan kerapatan lini tengah agar permainan Surakarta lebih solid.
Evaluasi itu menjadi perhatian menjelang laga final melawan Kota Semarang. Surakarta dituntut menjaga konsistensi permainan sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi lawan yang akan menjadi penantang terakhir dalam perebutan gelar juara.
Bagi Ilham, final nanti menjadi kesempatan untuk kembali memberikan kontribusi bagi Kota Bengawan. Ia berharap perjuangan bersama rekan-rekannya berujung pada raihan medali emas.
“Semoga bisa mendapatkan emas. Optimistis juara,” tegasnya.
Keberhasilan Surakarta menembus final juga menjadi momentum bagi Ilham untuk menunjukkan bahwa usia bukan batasan dalam meraih prestasi. Meski masih berstatus pelajar SMP, ia telah mengambil peran penting dalam perjalanan tim menuju partai puncak.
Kini, Ilham dan rekan-rekannya tinggal selangkah lagi untuk mewujudkan target tertinggi. Tantangan berikutnya adalah menghadapi Kota Semarang dengan harapan membawa pulang medali emas bagi Kota Surakarta di Porprov Jateng 2026.








