Demi Membanggakan Sang Ibu, Abel Ubaidillah Hakam Pilih Fokus Kejar Emas di Porprov Jateng 2026

oleh
oleh
Abel Ubaidillah Hakam dan Bahrul Ulum Muhammad | dok KONI Surakarta

SEMARANG, MettaNEWS – Ambisi meraih medali emas di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 bukan sekadar soal prestasi bagi Abel Ubaidillah Hakam. Atlet pencak silat asal Kota Surakarta itu membawa harapan sederhana sekaligus bermakna, yakni membanggakan sang ibu melalui perjuangannya di gelanggang.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Abel dihadapkan pada pilihan sulit antara menuntaskan tanggung jawab akademik dan mengejar prestasi olahraga. Untuk saat ini, ia memutuskan memprioritaskan pencak silat demi memberikan penampilan terbaik di Porprov Jateng 2026.

“Kalau menurut saya, agak sulit kalau harus fokus ke prestasi sekaligus akademik. Saya harus memilih, mau mendahulukan akademik atau prestasi. Untuk sekarang, saya memilih prestasi dulu,” ujar Abel kepada tim media KONI Surakarta, Senin (26/10/2026).

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan besarnya tuntutan persiapan sebagai atlet. Abel menyadari, menjalani dunia akademik dan olahraga secara bersamaan membutuhkan pembagian waktu, tenaga, serta konsentrasi yang tidak mudah.

Namun, ada motivasi yang membuatnya tetap bersemangat menjalani setiap proses. Bagi Abel, pencak silat menjadi jalan untuk memberikan kebanggaan kepada keluarga, terutama sang ibu yang selama ini menjadi sosok penting dalam hidupnya.

“Kalau saya cuma ingin membanggakan orang tua. Makanya saya ikut pencak silat ini,” tuturnya.

Perjuangan untuk Kebahagiaan Sang Ibu

Di balik tekadnya mengejar prestasi, Abel menyimpan kisah keluarga yang menjadi sumber motivasi. Ayahnya telah meninggal dunia, sementara kini ia tinggal bersama sang ibu yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga.

Kondisi tersebut membuat setiap pencapaian di dunia pencak silat memiliki arti tersendiri. Bukan semata-mata tentang medali atau gelar juara, tetapi juga kesempatan menghadirkan kebahagiaan bagi orang yang dicintainya.

Abel mengaku bersyukur karena perjuangannya selama ini mendapat respons positif dari sang ibu. Kebahagiaan ibunya menjadi salah satu hal yang membuatnya ingin terus berkembang sebagai atlet.

“Alhamdulillah, ibu cukup senang. Saya bisa membanggakan kedua orang tua, terutama ibu,” ungkapnya.

Kini, Abel bertekad memberikan hasil terbaik bagi Kota Surakarta di Porprov Jateng 2026. Ia berharap kerja keras dan persiapan yang telah dijalani bisa membawanya meraih medali emas.

“Target saya emas, kalau bisa,” katanya.

Sejauh ini, Abel mengaku tidak menghadapi kendala berarti selama mengikuti pertandingan. Kekompakan rekan-rekan satu tim dan dukungan kontingen turut membantunya menjaga kenyamanan serta konsentrasi selama berkompetisi.

Sebelum bertanding, ia juga menyempatkan diri menghubungi keluarga. Abel mengabari sang ibu dan kakeknya di rumah sekaligus meminta doa agar pertandingan dapat berjalan lancar dan dirinya mampu tampil maksimal.

Bidik Panggung Nasional, Berharap Dukungan Kampus

Target Abel tidak berhenti pada Porprov. Ia masih menyimpan ambisi untuk menembus Pekan Olahraga Nasional (PON) dan mengembangkan kariernya di level yang lebih tinggi.

Abel juga menyebut adanya agenda pemanggilan ke pelatnas serta rencana tampil di ajang AUG di Malaysia sebagai bagian dari peluang yang ingin ia perjuangkan.

Meski demikian, perjalanan sebagai atlet tetap harus berjalan beriringan dengan pendidikan. Sebagai mahasiswa Undip, Abel berharap kampus dapat memberikan dukungan dan fleksibilitas agar ia tetap memiliki kesempatan menyelesaikan studi tanpa harus mengesampingkan prestasi olahraga.

“Harapan saya, mudah-mudahan dari Undip juga bisa membantu, dari segi nilai atau yang lain. Semoga bisa membantu karena saya juga harus membagi waktu dengan pencak silat,” harapnya.

Bagi Abel, Porprov Jateng 2026 menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan kariernya. Ia ingin membuktikan bahwa kerja keras di gelanggang dapat membuka jalan menuju prestasi yang lebih tinggi sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga dan daerah.

Menjelang pertandingan, Abel juga meminta dukungan masyarakat Kota Surakarta agar dapat menjalani setiap laga dengan lancar dan meraih hasil terbaik.

“Saya minta dukungan dari masyarakat Kota Solo untuk pertandingan hari ini dan pertandingan berikutnya. Mohon doa dan dukungannya supaya semuanya diperlancar,” pungkas Abel.

Di balik ambisi mengejar emas, Abel membawa alasan yang jauh lebih personal. Setiap langkahnya di gelanggang menjadi bagian dari perjuangan untuk membahagiakan sang ibu, sekaligus mewujudkan cita-citanya sebagai atlet berprestasi.