Gagalkan Tiga Penalti, Arya Sheka Antar Solo ke Final Porprov 2026, Sang Ayah Berharap Emas

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Kebanggaan tak bisa disembunyikan Ibnu Murtanto saat menyaksikan putranya, Arya Sheka Maulana, tampil gemilang di bawah mistar gawang tim sepak bola Kota Surakarta pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026. Arya Sheka menjadi salah satu sosok kunci keberhasilan Kota Bengawan melaju ke final setelah menggagalkan tiga tendangan penalti pemain Kabupaten Karanganyar.

Dalam laga semifinal yang berlangsung di Lapangan Kick-off Arena POJ Semarang, Senin (26/10/2026), Surakarta bermain imbang 2-2 hingga akhir babak kedua sebelum akhirnya menang 3-1 melalui adu penalti. Penampilan gemilang Arya Sheka menjadi momen penting yang mengantarkan timnya selangkah lebih dekat menuju medali emas.

Bagi Ibnu, keberhasilan tersebut terasa semakin istimewa karena bukan hanya Arya Sheka yang memperkuat kontingen Surakarta. Satu putranya yang lain, Arshavin Zhafir Fathan Maulana, juga berjuang membela Kota Bengawan melalui cabang olahraga sepak bola.

Sebagai orang tua, Ibnu mengaku bersyukur melihat perjuangan kedua anaknya bersama rekan-rekan satu tim. Ia menilai para pemain mampu menjaga performa meski harus menjalani pertandingan yang menguras tenaga.

“Alhamdulillah, perjuangan sore ini memang cukup berat. Meskipun dalam kondisi mungkin kelelahan, performa anak-anak masih bisa dipertahankan dengan baik,” ujar Ibnu.

Bangga dengan Penampilan Sang Putra

Momen paling membanggakan bagi Ibnu terjadi saat Arya Sheka tampil sebagai penentu dalam adu penalti. Tiga tendangan pemain Karanganyar berhasil dimentahkan oleh penjaga gawang Surakarta tersebut, sekaligus membantu tim mengamankan tiket final.

“Bangga sekali dengan penampilan Sheka pada sore hari ini karena berhasil menepis tiga tendangan penalti,” katanya.

Keberhasilan Arya Sheka tidak terlepas dari proses latihan dan dukungan keluarga. Ibnu menjelaskan, kedua putranya menjalani latihan rutin sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi. Keluarga berupaya memberikan pendampingan agar keduanya dapat terus berkembang dan tampil maksimal.

Menurut Ibnu, Arshavin memiliki jadwal latihan pagi dan sore setiap hari. Sementara itu, pendampingan terhadap Arya Sheka juga terus dilakukan untuk menunjang kesiapan dan perkembangan kemampuannya di lapangan.

“Setiap hari anak-anak latihan. Kalau Arsavin, pagi dan sore, jadi memang setiap hari ada pendampingan. Baik Arsavin maupun Arya Sheka, kami berusaha mendampingi mereka,” jelasnya.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang kedua bersaudara dalam menekuni sepak bola hingga mendapat kesempatan membela Kota Surakarta di ajang olahraga tingkat provinsi.

Evaluasi Jelang Final Kontra Semarang

Meski telah memastikan tempat di final, Arya Sheka menyadari masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi. Ia menyoroti koordinasi dan komunikasi antarpemain, terutama di lini pertahanan, setelah Surakarta sempat kebobolan dua gol sebelum menyamakan kedudukan.

Menurutnya, kekompakan dan kewaspadaan harus ditingkatkan agar kesalahan serupa tidak terulang saat menghadapi Kota Semarang di partai puncak.

“Lebih waspada dan lebih kompak lagi. Tadi pada babak pertama kami mudah kecolongan. Semoga besok melawan Semarang bisa bermain lebih baik,” tutur Arya Sheka.

Laga final melawan Kota Semarang akan menjadi kesempatan bagi Surakarta untuk menuntaskan perjuangan dengan meraih medali emas Porprov Jateng 2026. Kesiapan fisik, soliditas pertahanan, dan konsentrasi sepanjang pertandingan menjadi faktor penting yang perlu dijaga.

Bagi keluarga Ibnu, pertandingan final nanti menjadi momen yang dinantikan setelah melihat kedua putranya menjalani latihan dan berjuang demi membawa nama daerah.

Ibnu pun berharap seluruh pemain Surakarta dapat tampil maksimal dan mengakhiri kompetisi dengan hasil terbaik.

“Bismillahirrahmanirrahim, insyaallah Kota Surakarta bisa menjadi juara satu dan mendapatkan hasil terbaik di cabang olahraga sepak bola,” harapnya.

Kini, harapan keluarga dan masyarakat Kota Surakarta tertuju pada partai final. Setelah penampilan heroik Arya Sheka di semifinal, satu langkah terakhir menanti untuk mewujudkan impian membawa pulang medali emas ke Kota Bengawan.