Enam Nomor Pencak Silat Solo Lolos Semifinal Porprov Jateng 2026, Bidik Tiga Emas

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Kontingen pencak silat Kota Surakarta menunjukkan progres positif pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Memasuki hari kedua pertandingan, enam dari sembilan nomor yang diikuti berhasil menembus babak semifinal. Hasil tersebut membuka peluang bagi Kota Bengawan untuk memenuhi target tiga medali emas.

Pertandingan pencak silat berlangsung di Auditorium Universitas Muhammadiyah Semarang. Tim pelatih Surakarta menilai capaian sementara tersebut cukup menggembirakan, meski masih ada tiga nomor yang harus berjuang untuk mengamankan tiket semifinal pada pertandingan berikutnya.

“Alhamdulillah, progres untuk hari kedua ini cukup membanggakan. Kita menurunkan sembilan nomor dan sudah memastikan enam nomor masuk semifinal. Masih ada tiga nomor yang berjuang untuk masuk semifinal besok,” ujar tim pelatih pencak silat Surakarta, Bahrul Ulum Muhammad, kepada tim media KONI Surakarta, Senin (26/10/2026).

Enam nomor yang telah memastikan tempat di semifinal terdiri atas kategori jurus dan tanding. Pada kategori jurus, Surakarta meloloskan nomor tunggal putra, ganda putra, dan regu putra.

Sementara pada kategori tanding, atlet Surakarta berhasil menembus semifinal di kelas H putra, kelas I putra, dan kelas B putri. Keenam nomor tersebut diharapkan mampu melanjutkan perjuangan untuk memperbesar peluang meraih medali.

Bidik Tiga Medali Emas

Tim pelatih telah menetapkan target tiga medali emas bagi kontingen pencak silat Surakarta di Porprov Jateng 2026. Target tersebut dirumuskan melalui koordinasi tim kepelatihan dengan mempertimbangkan peta kekuatan atlet yang akan bersaing dengan kontingen kabupaten dan kota lainnya di Jawa Tengah.

“Untuk tim pelatih, tim kepelatihan Porprov cabor pencak silat Surakarta kemarin sudah berkoordinasi. Kita sudah mengukur skala kekuatan dan menargetkan tiga emas,” tegas Bahrul.

Dari sisi persiapan, tim pelatih mengaku belum menghadapi kendala berarti. Para atlet telah menjalani persiapan sejak fase prakompetisi, termasuk melalui sejumlah simulasi pertandingan untuk membiasakan diri dengan situasi dan atmosfer kompetisi.

Kondisi geografis Semarang yang dinilai tidak jauh berbeda dengan Solo juga membantu proses adaptasi atlet. Dengan demikian, perubahan lingkungan selama pertandingan tidak menjadi kendala yang berarti bagi kontingen Surakarta.

Meski demikian, cuaca panas di Semarang tetap menjadi perhatian tim pelatih. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, penyesuaian jadwal latihan telah dilakukan sejak dua bulan sebelum kompetisi.

Para atlet dibiasakan berlatih pada siang hari agar lebih siap menghadapi kondisi pertandingan yang panas. Langkah ini diharapkan mampu membantu atlet menjaga kebugaran dan performa saat bertanding.

“Dua bulan kemarin memang kita sudah menyimulasikan kondisi Semarang yang panas. Kita sudah mengubah jadwal latihan ke siang hari sehingga panas dan kondisi GOR tidak memberikan kendala berarti. Anak-anak mampu tampil dengan performa terbaik,” paparnya.

Waspadai Persaingan, Minta Dukungan Warga Solo

Bahrul mengingatkan para atlet agar tidak lengah meski telah berhasil mengamankan enam tiket semifinal. Menurutnya, seluruh kontingen kabupaten dan kota di Jawa Tengah membawa atlet terbaik sehingga setiap pertandingan membutuhkan kesiapan fisik, teknik, dan konsentrasi yang optimal.

Tim pelatih berharap keenam nomor yang telah lolos semifinal dapat melanjutkan perjuangan ke babak berikutnya. Di sisi lain, tiga nomor yang belum memastikan kelolosan diharapkan mampu menyusul sehingga peluang memenuhi target tiga medali emas tetap terbuka.

Bahrul juga mengajak masyarakat Kota Surakarta untuk memberikan doa dan dukungan kepada para atlet yang sedang berjuang membawa nama daerah di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Ia menyebut sejumlah atlet harus membagi waktu antara latihan, pendidikan, dan pekerjaan demi bisa tampil membela Kota Surakarta.

“Adik-adik atlet ini merupakan atlet kebanggaan Kota Surakarta. Ada yang kuliah, ada yang bekerja, tetapi mereka menyisihkan waktu untuk berjuang mewakili Solo. Harapan kami, doa dan dukungan warga Solo menjadi kekuatan luar biasa bagi anak-anak,” pungkasnya.