Mangkunegaran Gelar Dhaup Ageng Gusti Sura dan Adimas Rosdian, Pesta Rakyat Digelar 6–8 November

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Pura Mangkunegaran akan menggelar Dhaup Ageng atau pernikahan agung G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo, yang akrab disapa Gusti Sura, dengan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian pada 3–7 November 2026. Rangkaian pernikahan ini akan disertai pesta rakyat di kawasan Pamedan Pura Mangkunegaran pada 6–8 November 2026.

Dhaup Ageng tersebut menjadi momentum penting bagi kedua mempelai dan keluarga, sekaligus menghadirkan tradisi Mangkunegaran yang tetap hidup dan diwariskan lintas generasi.

Gusti Sura merupakan kakak dari Pengageng Mangkunegaran, K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X. Seluruh rangkaian prosesi pernikahan akan dilaksanakan dengan mengikuti tata cara dan tradisi Mangkunegaran, dengan kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Pura Mangkunegaran, Kota Solo.

Resepsi pernikahan dijadwalkan berlangsung pada 6 dan 7 November 2026 di Pendapa Ageng Pura Mangkunegaran.

Juru Bicara Dhaup Ageng, R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti, mengatakan pernikahan tersebut pada dasarnya merupakan peristiwa keluarga yang menandai babak baru kehidupan kedua mempelai. Namun, melalui rangkaian kegiatan publik, masyarakat juga diberi kesempatan untuk ikut merasakan kebahagiaan keluarga Mangkunegaran.

“Dhaup Ageng pertama-tama merupakan peristiwa keluarga yang menandai babak baru bagi kedua mempelai. Melalui rangkaian tradisi dan kegiatan publik yang telah dipersiapkan, kami berharap masyarakat dapat turut mangayubagya, berbagi kebahagiaan, dan merasakan kedekatan yang telah lama terjalin antara Mangkunegaran dan Kota Solo,” ujar Ayu Rosetyastuti dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026).

Pesta Rakyat Dibuka untuk Masyarakat

Sebagai bagian dari perayaan, Mangkunegaran menyiapkan pesta rakyat pada 6–8 November 2026 di kawasan Pamedan Pura Mangkunegaran. Kegiatan ini menjadi ruang partisipasi publik bagi masyarakat yang ingin turut mangayubagya atau menyampaikan doa dan kebahagiaan atas pernikahan kedua mempelai.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah pemutaran film ramah anak yang diselenggarakan bersama komunitas sinema. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 200 anak dari yayasan yatim piatu akan diundang untuk mengikuti pemutaran film.

Melalui agenda ini, perayaan Dhaup Ageng tidak hanya berpusat pada prosesi keluarga, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang melibatkan masyarakat, khususnya anak-anak.

Informasi lebih lanjut mengenai program kegiatan, jadwal, dan akses bagi masyarakat akan diumumkan melalui kanal resmi Mangkunegaran.

Merawat Tradisi dan Warisan Budaya

Dhaup Ageng 2026 juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat makna di balik tradisi Mangkunegaran. Setiap unsur prosesi, mulai dari tata cara, busana, musik, simbol, hingga ruang yang digunakan, memiliki makna yang berkaitan dengan nilai dan tata laku budaya.

Tradisi tersebut terus dipahami, dipraktikkan, dan diwariskan dari generasi ke generasi melalui peran keluarga Mangkunegaran, abdi dalem, seniman, perajin, serta berbagai pihak yang terlibat dalam menjaga kelestariannya.

Melalui rangkaian Dhaup Ageng, Mangkunegaran ingin menghadirkan tradisi bukan sekadar sebagai seremoni, melainkan sebagai warisan budaya yang terus hidup dan memiliki kedekatan dengan masyarakat.

Kehadiran pesta rakyat diharapkan menjadi jembatan bagi berbagai elemen masyarakat Surakarta untuk ikut menyambut pernikahan tersebut, mengenal nilai-nilai budaya Mangkunegaran, sekaligus merasakan suasana kebersamaan dalam perayaan yang berlangsung pada November mendatang.