600 Pesepeda Ramaikan Tour de Surakarta 2026, Jelajahi Ikon Kota Solo hingga Bukit Teh Kemuning

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 600 pesepeda dipastikan meramaikan ajang Tour de Surakarta 2026 yang digelar Sabtu (10/10/2026). Mengambil start dan finis di Balai Kota Solo, kegiatan tahunan ini mengusung konsep sport tourism dengan mengajak peserta menjelajahi destinasi ikonik Kota Solo hingga panorama alam di kawasan lereng Gunung Lawu, Karanganyar.

Peserta dijadwalkan memulai perjalanan atau flag off pukul 05.30 WIB. Jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun lalu yang diikuti sekitar 500 pesepeda.

Ketua Solo Cycling Community (SCC) sekaligus Ketua Panitia Tour de Surakarta 2026, Suryo Danu Kusumo, mengatakan kegiatan tersebut pertama kali digelar pada 2022 untuk mempromosikan wisata melalui olahraga bersepeda.

SCC yang terbentuk sejak 2009 menginisiasi kegiatan ini sebagai wadah bagi komunitas sepeda sekaligus sarana memperkenalkan berbagai destinasi wisata di Solo dan sekitarnya.

“SCC terbentuk tahun 2009 dari teman-teman komunitas sepeda yang ada di Kota Solo dan beberapa klub sepeda. Kemudian kami menginisiasi Tour de Solo mulai tahun 2022, yang dirancang dengan gagasan awal untuk sport tourism,” ujar Suryo dalam konferensi pers di Pendapi Gede, kompleks Balai Kota Solo, Jumat (9/10/2026).

Sejumlah destinasi ikonik yang menjadi bagian perjalanan peserta antara lain Masjid Sheikh Zayed, Jembatan Keris, Jembatan Merah di Nusukan, hingga kawasan Pasar Klewer.

Suryo mengatakan, pelaksanaan tahun ini menjadi istimewa karena Pemerintah Kota Solo memberikan izin penggunaan Balai Kota sebagai lokasi start dan finis.

“Dan tahun ini di tahun keempat kami diperkenankan Pemkot Solo untuk menggunakan Balai Kota Solo sebagai start dan finish Tour de Surakarta 2026. Karena itu kami ucapkan terima kasih untuk Bapak Wali Kota Respati Ardi dan juga seluruh jajaran Pemkot Solo yang sudah banyak mensupport acara ini,” katanya.

Peserta Meningkat, Ada Diskon untuk Peserta Tahun Lalu

Antusiasme peserta tetap tinggi meskipun Tour de Surakarta 2025 tidak digelar sebagai ajang balapan akibat situasi Kota Solo pascaaksi demonstrasi yang berujung kerusuhan. Saat itu, kegiatan yang direncanakan berlangsung di Benteng Vastenburg tidak berjalan sesuai konsep awal.

Menurut Suryo, jumlah peserta tahun ini menjadi yang terbanyak sepanjang penyelenggaraan Tour de Surakarta.

“Peserta Tour de Surakarta tahun ini memang sangat luar biasa, hingga 600 peserta di tahun ini. Sedangkan tahun lalu kan nggak sampai 600, hanya 500-an peserta. Jadi, mungkin ini yang terbanyak, ya, selama Tour de Surakarta,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan diskon khusus dan prioritas pendaftaran kepada peserta Tour de Surakarta 2025 yang kembali mengikuti kegiatan tahun ini.

Dua Kategori, Nikmati Panorama Lereng Lawu

Race Director Tour de Surakarta 2026, Yohannes Tekno Wijaya, menjelaskan peserta akan melintasi sejumlah kawasan di Solo sebelum menuju Kabupaten Karanganyar. Perjalanan kemudian mengarah ke pit stop pertama di Lapangan Kutokerjo, kawasan pertigaan menuju Batu Jamus.

Di lokasi tersebut, peserta dibagi ke dalam dua kategori, yakni race dan non-race. Keberangkatan kembali dari pit stop pertama dijadwalkan sekitar pukul 08.00 WIB.

Kategori race akan melanjutkan perjalanan menuju Waduk Gondang, Batu Jamus, kemudian Pasar Kemuning hingga mendaki ke kawasan Bukit Segoro Gunung.

Sementara itu, kategori non-race akan melewati perkebunan karet menuju Pendem, kemudian melanjutkan perjalanan ke Hutan Ngargoyoso. Peserta akan disuguhi pemandangan perbukitan dan hamparan kebun teh khas lereng Gunung Lawu.

“Ini adalah khas spesialnya Kaki Lawu. Jadi kita memang sengaja memilihkan rute yang ikonik, rute yang hidden gem, rute yang akan membuat para cyclist yang melewati sana itu menikmati pemandangan yang luar biasa,” kata Yohannes.

Kedua kategori nantinya akan bertemu kembali di pit stop kedua, yakni Restoran Mbak Ning di Kemuning. Peserta kategori race akan dikawal marshal saat menuruni rute dari Segoro Gunung, sedangkan peserta non-race akan menuju lokasi tersebut melalui jalur yang telah ditentukan.

Setelah berkumpul kembali, seluruh peserta melanjutkan perjalanan menuju Solo melalui kawasan Jawa Dwipa, Amanah, Karangpandan, Karanganyar, dan Jembatan Jurug. Rute berlanjut melewati Jalan Juanda dan Benteng Vastenburg, sebelum berputar di Bundaran Gladag dan kembali finis di Balai Kota Solo.

Panitia memperkirakan peserta tiba di garis finis sekitar pukul 12.00–12.30 WIB. Berbagai sajian kuliner juga disiapkan untuk menyambut peserta setelah menempuh perjalanan.

Libatkan 40 Marshal untuk Pengamanan Rute

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia telah berkoordinasi dengan kepolisian sektor setempat, terutama terkait jalur yang dilalui peserta, termasuk sejumlah ruas jalan kecil di kawasan Karanganyar.

Sebanyak 40 marshal disiapkan untuk membantu mengarahkan peserta agar tetap berada di jalur yang telah ditentukan.

Melalui Tour de Surakarta 2026, panitia berharap olahraga bersepeda tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi dan kebugaran, tetapi juga mendorong promosi destinasi wisata, kuliner, serta potensi alam Solo dan kawasan lereng Gunung Lawu.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi Solo dan wilayah sekitarnya sebagai tujuan wisata olahraga yang menawarkan perpaduan pengalaman bersepeda di kawasan perkotaan, pedesaan, perkebunan, hingga perbukitan.