SOLO, MettaNEWS – Lukisan wajah Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo duduk sembari mengelap lambang Jateng yang dipangkunya terpampang di gelaran Solo Art Market (SAM), Minggu (29/5). Dibuat oleh seniman muda bernama Fransisca Angelia Cinta, Fransisca tak menyangka lukisannya bakal dilirik oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Merasa senang, pada awalnya ia hanya akan memberikan lukisan tersebut secara cuma-cuma saat Ganjar menghadiri pameran di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) pada 2021 lalu.
Karena gagal diberikan, Fransisca pun berniat untuk mengikutkan lukisannya di SAM, ternyata Gibran malah melirik karya berukuran 40 x 50 cm miliknya. Saat meninjau lokasi SAM yang berada tepat di Pasar Triwindu, Gibran justru tertarik pada artisan yang menyajikan lukisan di sebuah gantungan bambu.
“Ini lukisannya siapa?,” tanya Gibran saat melihat lukisan berwajah Ganjar yang terpasang paling atas. Fransisca yang pada saat itu sedang membuat lukisan langsung menemui Gibran untuk menjelaskan lukisan Ganjar tersebut.

“Ini tak kasihkan ke Pak Ganjar,” ucap Gibran saat melihat secara detail lukisan tersebut. Gibran meminta untuk lukisannya tetap didisplay sebelum dikirim ke Rumah Dinas (Rumdin) Loji Gandrung, di Jalan Slamet Riyadi, Penumping, Laweyan, Solo.
Sementara itu, Fransisca mengaku terinspirasi dari sebuah foto yang ia gabungkan dengan imajinasi. Sosok seorang Gubernur Jawa Tengah ia padukan dengan lambang Jawa Tengah yang dipangku dan dibersihkan dengan lap berwarna merah. Seolah penuh makna, Tim MettaNEWS berhasil mendapatkan penjelasan dari Fransisca.
“Pak Ganjar itu kan Gubernur Jawa Tengah, beliau membersihkan Jawa Tengah dari korupsi, membangun dan memajukan infrastruktur di Jawa Tengah,” beber Fransisca saat ditemui MettaNEWS di SAM, pedestrian Ngarsapura, Solo, Minggu (29/5/2022).
Harganya pun tak main-main, Fransisca mengaku lukisan tersebut dijual RP 500 ribu. Pembuatannya juga tak lama, hanya membutuhkan waktu satu hari saja lukisan Ganjar dapat rampung ia kerjakan.
“Waktu itu pas pameran saya mau kasih ke Pak Ganjar tapi nggak sempet dikasih. Nggak nyangka tadi malah dibeli, didatengin aja udah seneng. Dia (Gibran) sendiri yang mau beli,” ucapnya.
Francisca yang masih duduk dibangku SMP kelas 9 ini sudah hobi melukis sejak ia berusia tiga tahun. Lahir dari keluarga yang memang menyukai seni, Fransisca belajar melukis dari sang nenek. Ia pun kerap mengikuti sejumlah pemeran tiap bulannya.
“Biasanya ngelukis foto, kaos, sepatu, kanvas dan lain-lain. Banyak dijual di Facebook sama Instagram. Selama ini pendapatannya lumayan. Mulai jual itu dari tahun 2020,” ucap Francisca.
Ia yang sudah mengikuti gelaran SAM kedua kalinya menyebut pada awalnya Fransisca mengikuti pameran bersama dengan komunitas gabungan. Dirinya yang tergabung dalam sebuah komunitas bernama 3A ini sudah terbiasa melukis dalam waktu singkat.
“Ini tadi saya nggak sengaja gambar di sini. Kalau yang lain saya lukis sosok wanita yang bersahabat dengan binatang. Ada juga lukisan burung yang dekoratif untuk hiasan. Kalau yang lukisan di totebag itu sekitar Rp 100 ribuan kalau full,” tambahnya.
Saat proses pembuatan lukisan berwajah Ganjar, Fransisca mengaku mengalami kesulitan pada bagian garis mata. Mendapat apresiasi seni, ia pun berencana untuk ikut disetiap gelaran SAM berikutnya.









