“Langkah Berdaya” Chapter 5 Angkat Wellness bagi Perempuan Rentan Solo Diperkuat dengan Healing, Inner Beauty, dan Pemulihan Mental

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Program pemberdayaan perempuan Langkah Berdaya memasuki chapter kelima yang mengangkat tema Wellness: Javanese Inner Beauty, Jumat (14/11/2025), di Co-Working Space Bank Jateng Slamet Riyadi.

Sesi ini menghadirkan workshop aura healing dan balancing mind, body, and soul bersama Ketua Forum Perempuan Berdaya Kota Surakarta, R.Ay Febri H. Dipokusumo, yang juga Direktur Utama FHD Motivation.

Hadir pula Owner Jamu Larasati, Islasia Sandra—yang merupakan Gender Champion 2023—untuk memberikan wawasan terkait herbal dan kesehatan holistik.

Menurut Febri Dipokusumo, workshop ini merupakan bagian dari rangkaian lima chapter pemberdayaan perempuan rentan yang digelar Forum Perempuan Berdaya di bawah Dinas DP3AP2KB Kota Surakarta.

“Kami mendapat amanah untuk mengadakan lima sesi workshop dan pelatihan bagi perempuan rentan di Solo. Pesertanya total 50 orang dari berbagai kelurahan, berganti setiap sesi. Hari ini chapter terakhir khusus perempuan kepala keluarga dari Banjarsari dan Pasar Kliwon,” ujarnya.

Program Langkah Berdaya disusun agar perempuan rentan—termasuk korban KDRT dan kekerasan—mendapat pemulihan, ilmu, serta kekuatan baru. Rinciannya sebagai berikut:

  1. Chapter 1 – Digital Literasi
    Memberikan pemahaman tentang pentingnya literasi digital untuk melindungi diri, bermedia sosial dengan bijak, serta membangun kepercayaan diri.
  2. Chapter 2 – Personality & Leadership
    Meningkatkan kepribadian dan kemampuan memimpin. “Karena mereka adalah kepala keluarga, kemampuan ini sangat penting,” jelas Febri.
  3. Chapter 3 – Entrepreneurship
    Mengajarkan kemandirian ekonomi serta cara menggali talenta menjadi sumber pendapatan tambahan.
  4. Chapter 4 – Eco Women
    Menghadirkan tokoh lingkungan, memberikan pelatihan pemanfaatan limbah daur ulang, serta membuat olahan Nata Deleri dari air cucian beras.
  5. Chapter 5 – Wellness & Kesehatan Mental
    Merespons penetapan November sebagai bulan wellness oleh Kementerian Pariwisata, Solo menjadi kota pembuka rangkaian nasional.

“Kesehatan mental sangat penting. Kami ingin perempuan-perempuan ini memiliki ketangguhan, tetap damai, penuh kasih, dan kuat menghadapi persoalan hidup,” ungkap Febri.

Meski kepengurusan baru belum dilantik, Forum Perempuan Berdaya langsung bergerak. Dengan keterbatasan anggaran, mereka menggandeng banyak mitra seperti Rotary Club, Nyalanesia, FHD Motivation, Bank Jateng serta donatur dan simpatisan lokal.

“Mindset kita harus berubah. Kalau ada masalah seperti efisiensi anggaran, kita harus cari solusi, bukan berhenti berkarya. Alhamdulillah, banyak pihak peduli,” katanya.

Setiap chapter para peserta menerima wawasan baru, jejaring pertemanan, hingga bingkisan dan dukungan dari sponsor. Menurut Febri, hal ini menunjukkan kuatnya budaya gotong royong masyarakat Solo.

Selama lima sesi, total ada 250 perempuan rentan yang dilibatkan, ditambah pengurus dan anggota forum sehingga mencapai sekitar 300 peserta. Mereka direncanakan dibina lebih lanjut sebagai anggota Forum Perempuan Berdaya.

Sebagai Gender Champion pertama Kota Solo (2018), Febri memastikan program ini menghadirkan keseimbangan antara peserta rentan dan kelompok perempuan pelopor.

“Kalau hanya dikumpulkan yang rentan, tak ada penguatnya. Maka kami libatkan pemenang Gender Champion dan pemenang Siap untuk mendampingi,” ujarnya.

Ke depan, forum ini juga akan terlibat dalam kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan pada 30 November mendatang.

“Harapan kami, perempuan-perempuan ini punya kekuatan mental, bisa melindungi dirinya, dan menciptakan keluarga yang bebas dari kekerasan,” tegas Febri.