Lahir dari Panggung Solo City Jazz, Elizabeth Sudira Persembahkan 8 Lagu Spesial di SCJ #12

oleh
Solo City Jazz
Penyanyi solois Elizabeth Sudira manggung di Solo City Jazz #12 Pura Mangkuengaran Solo, Jumat (4/8/2023) | MettaNEWS / Risang Ardiyoga

SOLO, MettaNEWS – Gelaran Solo City Jazz #12 bertajuk Jazz Merdeka di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo dihadiri ribuan penonton, Jumat (4/8/2023) malam.

Menggabungkan musisi lokal dan nasional, Solo City Jazz menghadirkan 7 lineup seperti Yan Vellia, Pecas Ndahe, Elizabeth Sudira, Jungkat Jungkit, Tompi, Ardhito Pramono hingga Soegi Bornean.

Solo City Jazz #12 dibuka dengan penampilan Alfado Jacob Trio, dilanjut dengan penyanyi solois Elizabeth Sudira dengan membawakan 8 lagu yakni Bersukaria, Juwita, Bukan Main Main, Lebih Berarti, Pesona, Tanah Kelahiran, Semerdu Lokananta dan Rindu Solo.

“Selamat malam Solo City Jazz, perkenalkan saya Elizabeth Sudira penyanyi dan penulis lagu asli Solo dan juga Putri Solo. Bisa Bahasa Jawa, satu lagu yang selalu saya hadirkan adalah Sukaria. Lagu yang saya tulis Ketika menjadi maskot Solo, kemudian lagu yang kedua penonton ikut beridiri dan bernyanyi, lagu ini dipopulerkan oleh Chrisye, Juwita,” sapa Elizabeth di hadapan ribuan penonton.

Di sela-sela melanjutkan lagu berikutnya, Elizabeth menceritakan awal mula terciptanya lagu berjudul Bukan Main Main yang dirilis pada 2019 lalu. Lagu yang didedikasikan untuk kamu jomblo atau tidak punya pasangan dengan lirik dan melodi yang kuat.

“Dan lagu yang ketiga adalah original song buat yang LDR (Long Distance Realitionship-red) rekaman aslinya saya berkolaborasi dengan Alfado Jacob yang tadi baru saja tampil. Lagu berikutnya ini harus pakai perasaan, siapa yang di sini hadir dengan status single?. Sudah memasuki masa gawat darurat usai 30 tahun?,” tanya Elizabeth.

Penyanyi yang juga berprofesi sebagai MC itu mengajak penonton untuk bernyanyi Bersama sekencang-kencangnya.

“Lagu ini saya tulis waktu saya lagi kesel banget umur-umur 30 belum ketemu pasangan belum ketemu yang cocok tapi setiap acara keluarga selalu ditanyain kok belum kawan, pacarnya mana kok sendiri aja. Pasti kamu susah, egois, pemilih, sibuk memikirkan karir. Nah lagu ini akan menjawab pertanyaan karena ini adalah jawaban untuk hatiku untuk orang-orang yang selalu menghakimi kesinglean seseorang yang dianggap sudah telat umurnya. Percaya nggak kalau jodoh itu bukan main-main, this is Bukan Main Main,” tambahnya.

Lagu Lebih Berarti yang merupakan soundtrack film Merindu Cahaya de Amstel juga disuarakan sebagai lagu untuk berani mengungkapkan perasaan ke seseorang.

“Lagu ini bercerita tentang seseorang yang mengagumi seseorang. Yang kalau ketemu selalu terpesona tapi nggak berani ngomong ngerasa kaya kamu tuh jauh banget nggak bisa dicapai,” ujar Elizabeth.

Solo City Jazz rupanya merupakan panggung music pertama yang menjadi pijakan Elizabeth untuk terjun ke dunia Tarik suara. Berkat dorongan orang-orang terdekatnya, Elizabeth mendapat kepercayaan untuk menelurkan single pertamanya berjudul Rindu Solo.

“Saya tumbuh di keluarga besar Solo City Jazz sebagai MC sampai akhirnya tahun 2017 saya b ersama kakak-kakak saya Rangers Band mendapat kesempatan untuk nyanyi di Pasar Gede menghibur para tukang buah, pedagang daging cabuk rambak. Sawerannya pertama kali disawer pisanbg satu tundun. 2018 keajaiban terjadi panggung Solo City Jazz menjadi jalan hidup saya, saya membawakan lagu original saya Rindu Solo,” kata Elizabeth.

Solo City Jazz begitu special bagi Elizabeth. Karenanya untuk kali pertama, Elizabeth membawakan lagu barunya secara live berjudul Tanah Kelahiran untuk merayakan Kemerdekaan RI bulan Agustus berisi doa dan harapan untuk bangsa yang dicintai. Penampilannya kemudian ditutup dengan membawakan lagu Rindu Solo.