Keraton Solo Kemalingan, Begini Kesaksian Abdi Dalem yang Dicekik Pencuri

oleh
Abdi Dalem Keraton Surakarta, Sri Atun (50) saat memperagakan kejadian di depan Panti Rukmi Senin (19/12/2022) | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Dua hari lalu dikabarkan Keraton Surakarta kehilangan sejumlah barang yang tersimpan di dalam salah satu kamar sentana dalem (kerabat raja). Peristiwa itu terjadi  Sabtu (17/12/2022) siang dan diduga bukan yang pertama kali.

Gusti Kanjeng Ratu Wandansari, salah satu putri almarhum Sinuhun PB XII mengungkapkan, kejadian di salah satu kamar pada deretan bangunan Panti Rukmi.

“Ini kamar milik Gusti Devi (GRAy Devi Lelyana Dewi, putri PB III). Saat ini dia masih di Bali, Kemarin mau balik naik pesawat tidak bisa jadinya naik mobil. Kemungkinan 2 hari lagi sampai. Kita juga tidak tahu barang apa saja yang hilang kita nunggu Gusti Devi sampai sini karena barang milik dia semua,” ungkap Gusti Moeng di Keraton Senin (19/12/2022).

Selain itu, Gusti Moeng juga mengungkapkan lebih dari sebulan juga terjadi insiden pencurian, kali ini di bagian Keraton Kulon (bagian barat) tepat pada salah satu kamar yang ditempati oleh KGPH Poeger, juga salah satu putra PB XII.

“Kejadian yang baru ini ada saksinya salag satu abdi dalem, dia juga dicekik saat memergoki kedua tersangka,” ungkap Gusti Moeng, begitu Wandansari biasa dipanggil.

Adalah Sri Atun (50) abdi dalem keraton yang menjadi saksi dalam kejadian tersebut. Ia mengungkapkan dirinya sempat dicekik salah satu pelaku dan dan mengancam akan membunuhnya.

“Ciri-cirinya rambut dikucir, tidak pakai topeng, tapi pakai topi,” ujar Atun saat memeragakan kejadian.

Kejadian bermula saat Atun sedang beradu di sisi sebelah Timur Panti Rukmi. Dia melihat adanya gerak-gerik mencurigakan dan mencoba memeriksa sebuah ruangan di kawasan tersebut.

“Saya pikir yang masuk teman-teman saya. Lalu saya masuk bilang assalamualaikum 3kali, ada orangnya tidak?” ujarnya.

Tidak lama, muncul seseorang yang langsung mencekik leher Atun dari belakang dan menyerukan ancaman.

“Dari belakang pencuri mengancam mati apa urip (hidup apa mati)? Asal mbengok mati (kalu teriak bakal mati),” ujarnya Atun menirukan pelaku.

Setelah kejadian itu, Atun kemudian dilempar kesalah satu ruangan dan syok berat hingga kesulitan untuk berdiri.

“Saya tidak tahu kisaran umurnya karena sudah terlanjur ngoplok, tidak bisa berdiri . Setelah itu saya tidak tahu ke mana larinya,” lanjutnya.

Namun demikian, Atun masih mengingat wajah sang pelaku. Dia siap untuk menjadi saksi ketika diminta oleh pengadilan.