Kenduri Sura dan 7 Cok Bakal, Kepercayaan Pedagang Pasar Gede Ngalap Berkah Keselamatan dalam Mengais Rezeki

oleh
Pasar Gede
Ratusan pedagang dan kuli panggul gelar Kenduri Sura di lantai 2 Pasar Gede Solo, Kamis (20/7/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Sore itu, ratusan pedagang dan kuli panggul dari yang muda hingga tua duduk bersila melingkar di lantai 2 Pasar Gede Solo sisi Barat. Di tengahnya, 6 wadah sesaji tampak tertata rapi. Kepulan asap kecil dari dupa yang dibakar menyeruak.

Sejurus kemudian seorang pria berpeci memimpin doa. Mereka yang hadir lalu mengamini. Suasana menjadi khidmat dalam beberapa menit.

Tak berselang lama, seorang pria memakai udeng masuk di antara mereka yang duduk bersila. Sesaji-sesaji itu kemudian dibawanya pergi ke sisi belakang. Diletakkannya di atas meja panjang.

Dua perempuan kemudian sibuk membagi-bagi sesaji yang terdiri dari ayam panggang utuh, kembang, rambak kulit, buah jeruk, apel dan pisang serta ungkusan nasi putih ke dalam tujuh wadah kecil.

Perempuan lain berbagi tugas membagi kotak nasi berwarna coklat beserta minuman mineral ke ratusan pedagang dan kuli panggul yang hadir. Sesaat satu per satu mulai berpamitan.

Apa yang baru saja digelar merupakan Kenduri Sura. Paguyuban pedagang Pasar Gede Solo sisi Barat percaya tradisi ini dapat membawa kebaikan bagi mereka yang mencari rupiah dari pasar ini.

“Ini kita seluruh pedagang Pasar Gede mengadakan acara Kenduri Sura dengan tujuan kita doa bersama untuk keselamatan seluruh pedagang di sini,” ujar Ketua Koperasi Pasar Gede Solo, Suyatni (53) kepada MettaNEWS, Kamis (20/7/2023).

Sebarkan 7 Cok Bakal di 7 Titik Pasar Gede

Pasar Gede
Peletakan cok bakal di Tugu Jam Pasar Gede Solo usai Kenduri Sura , Kamis (20/7/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Dikatakan Suyatni Kenduri Sura merupakan cara untuk nguri-uri kebudayaan Jawa yang tidak boleh punah. Pun tradisi ini telah berjalan sejak dahulu. Jauh sebelum Pasar Gede berada di zaman semodern ini.

“Ini sudah ada turun-temurun sejak nenek moyang. Kebetulan mbah saya sudah berjualan di sini sejak tahun 70. Tiap tahun di bulan Sura itu selalu mengadakan acara kenduri dan doa bersama di mana ini semua didukung oleh seluruh pedagang. Baik pedagang ataupun kuli panggul semua yang bekerja di Pasar Gede ini,” paparnya.

Mereka menyebut sesaji-sesaji tadi sebagai cok bakal yang akan ditempatkan di tujuh titik Pasar Gede Solo. Dengan harapan mereka dapat meraih berkah keselamatan dalam mengais rezeki yang barokah.

“Ada ritual ada sesaji yang berupa cok bakal kenduri kita ambil yang pucuknya itu kita ambil kita taruh di 7 titik Pasar Gede. Harapannya kita ke depan untuk seluruh pedagang atau semua yang berkarya di Pasar Gede ini semuanya mendapatkan kesejahteraan,” terangnya.

Ketua Paguyuban Pasar Gede, Jumadi bertugas untuk meletakkan 7 cok bakal ke 6 titik di Pasar Gede sisi Barat dan 1 cok bakal di Tugu Jam. 6 titik di mulai dari lantai dua dan dilanjut ke sisi-sisi Pasar Gede lantai 1.

“Harapan kami dengan adanya tasyakuran dan kenduri yang dilaksanakan setiap tahun ini menjadikan seluruh pedagang itu sehat pekerjaannya. Lancar segala sesuatunya mendapatkan yang terbaik dari yang kuasa atau yang mbahu rekso di Pasar Gede ini. Kami anggap mereka penting, membawa berkah yang besar,” kata Jumadi.