SOLO, MettaNEWS – Kapal naga Taman Sunan Kali Jogo Solo siap beroperasi mulai Selasa (6/9/2022) hari ini. Hal ini dikatakan sang penggagas taman, FX Hadi Rudyatmo ditengah kunjungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Senin, (5/9).
“Wisata baru kapal tadi sudah tanda tangan MoU dengan Jasa Raharja atau asuransi penumpang dan izinnya sudah ditanda tangani, nanti yang mengelola relawan Taman Sunan Jogokali, mulai dioperasikan besok,” ujar mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo kepada MettaNEWS. Sebelumm beroperasi penuh, tim BBWS Bengawan Solo memberikan persyaratan tingkat leveling debit air sedalam 2 meter.
“Tingkat leveling airnya harus naik kalau segitu (landai) harus pintar cari jalan supaya tidak kandas, catatan minimal kedalaman 2 meter,” kata FX Rudy.
Berbicara soal tarif, pihaknya belum dapat memberikan angka pasti. Pihaknya hanya membeberkan besaran tarif yang dikenakan ke pengunjung sudah termasuk dengan satu kali biaya makan.
“Biaya tarif mungkin Rp 30.000 kalau nggak salah, nanti juga ada kolaborasi dengan para pedagang satu voucher bisa ditukarkan makan di kuliner Taman Sunan Jogo Kali,” terangnya.
Rencananya akan ada 3 kapal naga yang siap beroperasi per September 2022 ini. Masing-masing kapal merupakan hibah dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Menteri PUPR Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Bank Jateng.
Berdasarkan pantauan MettaNEWS di lokasi, terdapat satu unit alat berat yang berada di bantaran sungai yang tengah beroperasi. Selain itu terdapat pula pemasangan pavling blok di area utara.
“Ini pembangunan swadaya gotong royong untuk menahan erosi supaya tanahnya nggak longsor, ditargetkan nanti selesai akhir tahun ini,” ujarnya.
Saat ini pihaknya tengah membicarakan pengolahan bantaran sungai bersama BBWS Bengawan Solo agar pendayagunaan lebih maksimal.
“Tanah yang ada di sebelah tanggul dulu itu tanah hak milik yang dibebaskan Pemkot Solo dan sebagian untuk bantaran, tadinya kumuh sekarang jadi tempat wisata lapangan pekerjaan tempat mengais rezeki para pedagang UMKM,” tutupnya.








